SDN Kayuagung: Jangan Bermain Hujan di Tengah Cuaca Ekstrem
BERMAIN HUJAN: SDN Kayuagung, Kecamatan Pakuhaji, mengingatkan siswa untuk tidak bermain hujan di cuaca ekstrem hal tersebut demi keselamatan Siwa dan juga menjaga kesehatan tubuh agar tidak sakit.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Kayuagung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengingatkan seluruh siswa untuk tidak bermain hujan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga keselamatan sekaligus kesehatan siswa.
Imbauan ini juga agar siswa terhindar dari risiko kecelakaan maupun penyakit yang dapat timbul akibat cuaca yang tidak menentu. Kepala SDN Kayuagung Sri Nuryati mengatakan, intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang, berpotensi membahayakan keselamatan siswa, terutama jika mereka bermain hujan di luar rumah maupun di lingkungan sekolah. Untuk itu, pihak sekolah merasa perlu untuk terus mengingatkan siswa agar lebih waspada dan menjaga diri.
“Cuaca ekstrem seperti sekarang ini tidak bisa dianggap sepele. Kami mengimbau anak-anak untuk tidak bermain hujan karena risikonya cukup besar, mulai dari terpeleset, terseret arus air, hingga tersambar petir. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama kami,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/1).
Selain kepada siswa, imbauan tersebut juga disampaikan kepada para orang tua agar dapat berperan aktif dalam mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya saat berada di rumah. Menurut Sri Nuryati, peran orang tua sangat penting untuk memastikan siswa mematuhi anjuran demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada orang tua siswa agar turut mengawasi anak-anaknya di rumah. Jangan sampai anak-anak dibiarkan bermain hujan hanya karena dianggap hal yang biasa. Dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan, seperti demam, flu, hingga infeksi lainnya,” katanya.
Sri menambahkan, cuaca ekstrem yang terjadi tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit, tetapi juga meningkatkan risiko bencana seperti genangan air, banjir, dan pohon tumbang. Kondisi tersebut dapat membahayakan siswa jika mereka berada di luar rumah tanpa pengawasan. “Anak-anak belum sepenuhnya memahami risiko cuaca ekstrem. Karena itu, kami terus mengedukasi mereka di sekolah tentang pentingnya menjaga keselamatan diri dan kesehatan. Kami juga menekankan agar mereka segera mengganti pakaian dan membersihkan diri jika terkena hujan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah juga mengingatkan siswa untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan menjaga kebersihan diri. Langkah ini dinilai penting agar siswa tetap sehat dan dapat mengikuti kegiatan belajar dengan optimal.
“Kesehatan siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Jika anak-anak sering sakit karena bermain hujan, tentu akan mengganggu aktivitas belajar mereka. Maka dari itu, kami berharap imbauan ini benar-benar dipatuhi,” ungkapnya.
Ia berharap, adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua dalam menjaga keselamatan dan kesehatan siswa selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Menurutnya, sinergi tersebut sangat diperlukan agar anak-anak dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami berharap orang tua dan sekolah bisa sejalan dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak. Dengan begitu, siswa dapat lebih disiplin menjaga diri, tidak bermain hujan, dan tetap fokus pada kegiatan belajar meskipun cuaca sedang tidak bersahabat,” tutupnya.(ran)
Sumber:

