BJB NOVEMBER 2025

Gunung Kaupas Padarincang Longsor, Tak Ada Korban Jiwa

Gunung Kaupas Padarincang Longsor, Tak Ada Korban Jiwa

MELAKUKAN KAJI CEPAT: Tim BPBD Kabupaten Serang saat ini sedang melakukan kaji cepat dan pendataan kejadian terkait dampak serta potensi kerusakan yang ditimbulkan longsor, di Gunung Kaupas, yang berada di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Pada--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gunung Kaupas, di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mendadak longsor sekitar pukul 10.40 WIB, pada Selasa (6/1).

Informasa yang didapat Tangerang Ekspres, sementara ini, tidak ada laporan korban jiwa pada bencana longsor tersebut, karena lokasinya jauh sekitar satu kilometer dari permukiman warga dan hanya membawa material batuan.

Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Jhonny E Wangga mengatakan, personel BPBD Kabupaten Serang langsung menuju ke lokasi kejadian, setelah menerima laporan terjadi longsor di kawasan Gunung Kaupas.

Saat ini, personel sedang melakukan kaji cepat dan pendataan kejadian terkait dampak serta potensi kerusakan yang ditimbulkan longsor, beruntung tidak ada korban jiwa karena jaraknya jauh dari permukiman warga.

”Tim sudah berada di lokasi, melakukan kaji cepat dan pendataan terkait dampak serta potensi akan kerusakan akibat longsor. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, karena jaraknya satu kilometer ke permukiman warga,” katanya.

Jhonny mengatakan, Gunung Kaupas ini memiliki lereng perbukitan dengan tingkat kemiringan yang curam, besar kemungkinannya terdapat ancaman longsor susulan yang akan terjadi. Apalagi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, ada kemungkinan longsoran yang lebih jauh, dan terdapat resiko akses jalan serta rumah warga akan terdampak.”Apabila ada hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ada kemungkinan potensi longsor kembali terjadi. Bahkan, bisa lebih parah bisa saja sampai ke permukiman warga,” ujarnya.

Dikatakan Jhonny, warga disekitar zona rawan longsor Gunung Kaupas direkomendasikan untuk melakukan evakuasi, karena dikhawatirkan longsor susulan akan kembali terjadi dengan skala yang lebih besar. Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan pemantauan secara intensif serta sosialisasi kewaspadaan kepada warga sekitar, supaya jika terjadi hujan deras dan terdeteksi pergerakan tanah bisa langsung melakukan evakuasi.

”Perlu ada titik kumpul atau pos pengungsian sementara di lokasi aman, karena khawatir ada longsor susulan dan kami melarang warga mendekati lokasi longsor. Saat ini, statusnya masih siaga dan dalam penanganan awal, kami melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk kesiapsiagaan evakuasi,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Padarincang Agus Saepudin mengatakan, longsor yang terjadi karena adanya pergerakan tanah atau gempa kecil di lereng Gunung Kaupas, dan dipastikan bukan karena aktivitas penambangan karena tidak ada di lokasi tersebut.

Menurutnya, sempat terdengar suara longsoran yang jelas serta getarannya dirasakan warga yang membuat kepanikan, namun kini sudah kondusif dan ada lima Lansia yang telah diungsikan pihak keluarga.”Kami pastikan tidak ada kaitannya dengan aktivitas pertambangan, ini hasil pergerakan tanah di lereng gunung, di bawah ada lahan pertanian namun tidak terdampak. Kondisinya sudah kondusif, sebagai antisipasi ada lima Lansia telah dievakuasi pihak keluarga khawatir ada longsor susulan,” katanya.

Agus mengatakan, Kampung Cibodas dihuni oleh 95 kepala keluarga atau 285 jiwa, dan pihaknya akan menyiapkan tenda pengungsian, sebagai langkah evakuasi jika dikhawatirkan terjadi longsor susulan, dan warga juga telah diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar Gunung Kaupas.”Sekarang ini masih musim hujan, khawatir ada longsor susulan kita akan menyiapkan tenda pengungsian di PAUD Mutiara Bunda, lokasinya jauh dari tempat kejadian,” ujarnya.(agm)

Sumber: