BJB NOVEMBER 2025

Panen Albasia Jadi Penyebab Longsor Gunung Kaupas

Panen Albasia Jadi Penyebab Longsor Gunung Kaupas

Kondisi terkini Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, setelah terjadi longsor pada Rabu 7 Januari 2026. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Warga Padarincang, Kabupaten Serang, Momon Andriwinata menyebutkan bahwa panen Albasia menjadi penyebab longsor Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarin­cang, Kabupaten Serang. Lokasi yang longsor tersebut awalnya merupakan perkebunan Albasia milik warga sekitar.

Namun, sudah dipanen enam bulan lalu yang membuat kondisi di sana hanya batang pohon Albasia yang telah ditebang, membuat akarnya telah lapuk sehingga tidak mampu menahan tanah.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan ketika ada kunjungan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, ke pengungsian warga terdampak, di Desa Ka­dubeureum, Kecamatan Padarincang kemarin.

Momon mengatakan, di Gunung Kaupas Pada­rincang terdapat perkebunan Albasia milik warga sekitar, namun pohonnya sudah tebang enam bulan lalu yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya longsoran tersebut.

Longsoran tersebut, mem­bawa bebatuan serta tanah dan kondisi saat ini masih ada pergerakan tanah dan bebatuannya, bahkan dari lereng gunung keluar mata air.

"Kemungkinan karena po­hon Albasia yang sudah dipanen, membuat akar telah lapuk tidak mampu menahan tanah. Terlebih, sekitar tiga Minggu lalu wilayah ini dilan­da hujan deras, lalu panas matahari dua hari akhirnya memanas, padahal tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba longsor," katanya, Kamis (8/1).

Dikatakan Momon, Gunung Kaupas, Kecamatan Padarin­cang, mengalami longsor pada Selasa 6 Januari 2026 kemarin, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya perkebunan Albasia milik warga sekitar menjadi korbannya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya itu perke­bunan milik warga sekitar yang terkena longsor," ujarnya.

Kata Momong, ada sebanyak 193 KK dengan 504 jiwa warga Kampung Cibodas yang me­ngungsi sementara di Madra­sah, yang lokasinya jauh dua kilometer dari lokasi kejadian.

Sekitar tiga hektare luasan­nya yang terdampak longsor, dan dibagian bawah gunung itu ada juga perkebunan milik warga sekitar lima hektare yang terdampak.

"Khawatir terjadi longsor susulan, maka warga me­ngung­si sementara dulu, ka­rena kalau ada longsor susulan saya khawatir ada warga yang lagi ke kebunnya dan malah tertimbun," ucapnya.

Disisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Su­drajat mengatakan, pengung­sian warga ini merupakan langkah antisipasi apabila nantinya terjadi longsor su­sul­an, karena dapat ber­potensi material longsoran sampai ke rumah warga se­kitar, yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari per­mukiman warga.

"Longsor itu membawa material batuan dan tanah yang turun, kalau ada hujan khawatir terjadi longsor su­sulan yang bisa sampai ke permukiman warga, maka kita mengantisipasi dari dam­pak terburuknya dengan cara mengungsikan semua warga," katanya.

Ajat menegaskan, penyebab longsor di Gunung Kaupas Padarincang ini bukan hasil penebangan pohon dan per­tam­bangan, karena disana tidak ada aktivitas tersebut.

Sumber: