Panen Albasia Jadi Penyebab Longsor Gunung Kaupas
Kondisi terkini Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, setelah terjadi longsor pada Rabu 7 Januari 2026. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Warga Padarincang, Kabupaten Serang, Momon Andriwinata menyebutkan bahwa panen Albasia menjadi penyebab longsor Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Lokasi yang longsor tersebut awalnya merupakan perkebunan Albasia milik warga sekitar.
Namun, sudah dipanen enam bulan lalu yang membuat kondisi di sana hanya batang pohon Albasia yang telah ditebang, membuat akarnya telah lapuk sehingga tidak mampu menahan tanah.
Hal itu disampaikannya kepada wartawan ketika ada kunjungan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, ke pengungsian warga terdampak, di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang kemarin.
Momon mengatakan, di Gunung Kaupas Padarincang terdapat perkebunan Albasia milik warga sekitar, namun pohonnya sudah tebang enam bulan lalu yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya longsoran tersebut.
Longsoran tersebut, membawa bebatuan serta tanah dan kondisi saat ini masih ada pergerakan tanah dan bebatuannya, bahkan dari lereng gunung keluar mata air.
"Kemungkinan karena pohon Albasia yang sudah dipanen, membuat akar telah lapuk tidak mampu menahan tanah. Terlebih, sekitar tiga Minggu lalu wilayah ini dilanda hujan deras, lalu panas matahari dua hari akhirnya memanas, padahal tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba longsor," katanya, Kamis (8/1).
Dikatakan Momon, Gunung Kaupas, Kecamatan Padarincang, mengalami longsor pada Selasa 6 Januari 2026 kemarin, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya perkebunan Albasia milik warga sekitar menjadi korbannya.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya itu perkebunan milik warga sekitar yang terkena longsor," ujarnya.
Kata Momong, ada sebanyak 193 KK dengan 504 jiwa warga Kampung Cibodas yang mengungsi sementara di Madrasah, yang lokasinya jauh dua kilometer dari lokasi kejadian.
Sekitar tiga hektare luasannya yang terdampak longsor, dan dibagian bawah gunung itu ada juga perkebunan milik warga sekitar lima hektare yang terdampak.
"Khawatir terjadi longsor susulan, maka warga mengungsi sementara dulu, karena kalau ada longsor susulan saya khawatir ada warga yang lagi ke kebunnya dan malah tertimbun," ucapnya.
Disisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, pengungsian warga ini merupakan langkah antisipasi apabila nantinya terjadi longsor susulan, karena dapat berpotensi material longsoran sampai ke rumah warga sekitar, yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari permukiman warga.
"Longsor itu membawa material batuan dan tanah yang turun, kalau ada hujan khawatir terjadi longsor susulan yang bisa sampai ke permukiman warga, maka kita mengantisipasi dari dampak terburuknya dengan cara mengungsikan semua warga," katanya.
Ajat menegaskan, penyebab longsor di Gunung Kaupas Padarincang ini bukan hasil penebangan pohon dan pertambangan, karena disana tidak ada aktivitas tersebut.
Sumber:

