12 Ruas Jalan Terdampak Longsor Ditangani
Alat berat tengah melakukan evakuasi longsor di Jalan Kabupaten Lebak, Senin (13/1). (istimewa)--
LEBAK — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 12 titik ruas jalan yang terdampak longsor akibat diguyur hujan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari ringan hingga parah.
Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi mengatakan, longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur hampir seluruh wilayah Lebak dalam beberapa pekan terakhir.
"Total ada 12 titik ruas jalan yang terdampak longsor hingga Senin 12 Januari 2026. Dari jumlah itu, delapan titik saat ini sudah dalam penanganan," kata Dade kepada wartawan, Selasa (13/1).
Namun demikian, masih terdapat empat titik longsor yang membutuhkan penanganan lanjutan dan saat ini tengah dilakukan survei lapangan. Keempat lokasi tersebut berada di Kampung Cikoret, Desa Muara Dua, kemudian wilayah Sajira dekat jembatan, Kecamatan Sobang, dan di Kampung Cikupa, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak.
Di Kecamatan Sobang, longsor diduga diperparah oleh aktivitas pembangunan Koperasi Merah Putih yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan, sehingga memicu pergerakan tanah.
"Insya Allah semuanya akan kita tangani. Saat ini tim teknis sedang melakukan survei untuk menentukan langkah penanganan yang tepat," ujarnya.
Dade mengungkapkan, dari keseluruhan titik longsor, kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Panggarangan, disusul Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya pada ruas jalan Sampay-Cileles.
Sementara itu, untuk nilai kerugian akibat bencana longsor, pihak DPUPR Lebak masih melakukan pendataan dan perhitungan secara menyeluruh.
Di tengah kondisi tersebut, Dade mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan rawan longsor, salah satunya di ruas Kaduagung-Cileles.
"Kami minta pengendara berhati-hati, terutama saat hujan turun. Longsor susulan masih sangat mungkin terjadi," tegasnya.
Dampak longsor menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pengguna jalan. Salah seorang pengendara, Fahri warga Cileles, mengaku waswas setiap melintas di jalur rawan longsor, terutama saat hujan turun pada sore hingga malam hari.
"Sekarang lewat jalan itu harus ekstra hati-hati. Ada bagian jalan yang sudah ambles, kalau hujan deras takut tiba-tiba longsor susulan. Apalagi malam hari, penerangan juga minim," tuturnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memasang tanda peringatan, tetapi segera melakukan perbaikan permanen.
"Kalau cuma dikasih rambu, itu belum cukup. Jalan ini ramai, banyak motor dan mobil. Kami minta segera diperbaiki sebelum ada korban," tandasnya. (fad)
Sumber:

