BJB NOVEMBER 2025

Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang Rehab 1.000 Rumah

Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang Rehab 1.000 Rumah

Wali Kota Tangerang Sachrudin, melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi RTLH.-Ahmad Syihabudin/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan hunian yang layak dan sehat bagi ma­sya­rakat. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Tangerang telah me­rehabilitasi sebanyak 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RT­LH) serta membangun 308 jam­ban sehat yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tange­rang.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pem­kot Tangerang dalam me­wu­judkan lingkungan perko­taan yang layak huni, sehat, dan berkeadilan, sekaligus men­jawab kebutuhan dasar masyarakat akan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Wali Kota Tangerang H. Sach­rudin menegaskan, penyediaan hunian layak menjadi salah satu prioritas utama pemerintah da­erah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

“Prioritas utama Pemkot ada­lah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu hal yang paling fun­damental adalah menjamin tempat tinggal yang layak dan sehat,” ujar Sachrudin saat dite­mui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 29 De­sem­ber 2025.

Menurutnya, program rehabi­litasi RTLH dan pembangunan jamban sehat merupakan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.

“Untuk itulah program bedah rumah dan jamban sehat ini kami hadirkan, agar masyarakat memiliki hunian yang layak dan lingkungan yang lebih se­hat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priam­bodo menyampaikan bahwa seluruh target rehabilitasi RTLH pada 2025 telah terealisasi se­suai rencana.

“Di awal tahun kami menar­get­kan rehabilitasi 1.000 unit rumah tidak layak huni dan alhamdulillah seluruhnya te­rea­lisasi. Penetapan penerima manfaat dilakukan melalui pro­ses verifikasi ketat agar tepat sasaran,” jelasnya.

Decky menambahkan, jumlah rehabilitasi RTLH di Kota Ta­nge­rang terus mengalami pe­ningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2021, Pemkot mereha­bilitasi 350 unit rumah, dan jumlah tersebut meningkat se­cara bertahap hingga men­capai 1.000 unit pada 2025.

Selain itu, pembangunan jam­ban sehat juga telah disele­saikan sesuai target serta me­me­nuhi standar Kementerian Kesehatan. Seluruh jamban tersebut kini telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat pe­ne­rima bantuan.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga. Hunian yang sebelumnya tidak meme­nuhi standar kelayakan kini berubah menjadi rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat.

Salah satu penerima manfaat, Nurdin Hasan, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Larangan Utara, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah rumah saya sekarang sudah dibenahi. Pro­ses pengajuannya juga mudah karena dibantu RT dan RW,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Eko Kuswanto, warga RT 01 RW 10 Kelurahan Larangan Indah, yang telah menempati rumah­nya sejak tahun 2000.

“Dulu atapnya rapuh dan temboknya banyak retak. Seka­rang jauh lebih baik, rumah lebih nyaman dan jambannya juga lebih bersih,” tuturnya.

Sumber: