BJB NOVEMBER 2025

SMPN 1 Jayanti Gelar Kokurikuler untuk Seluruh Siswa

SMPN 1 Jayanti Gelar Kokurikuler untuk Seluruh Siswa

KOKURIKULER: Siswa SMPN 1 Jayanti saat mengikuti kegiatan Ko­kuri­kuler sebagai salah satu peningkat kreativitas siswa.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Jayanti kembali menunjukkan komit­mennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan me­laksanakan kegiatan kokurikuler yang diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai jenjang. 

Kegiatan tersebut diran­cang se­bagai upaya strategis untuk men­jembatani pembelajaran teori di dalam kelas dengan praktik langsung di dunia nyata, sekaligus memperkuat pencapaian Profil Pelajar Pancasila.

Kepala SMPN 1 Jayanti Eko Warso mengatakan, kegiatan kokurikuler memiliki peran pen­ting dalam proses pendidikan yang holistik. Menurutnya, pem­belajaran tidak cukup hanya di­la­kukan di dalam ruang kelas, tetapi juga perlu diperkuat melalui pengalaman nyata yang dapat membentuk karakter dan kete­rampilan siswa.

Dia menjelaskan, kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti (intra­kuri­kuler) yang dirancang untuk mem­perkuat, memperdalam, atau mem­perkaya materi pela­jaran, serta mengoptimalkan pe­ngem­bangan karakter siswa, menjem­batani teori di kelas de­ngan praktik di dunia nyata, dan mendukung pencapaian kompe­tensi secara kontekstual. Kegiatan ini terinte­grasi dengan kurikulum, terstruktur, dinilai, dan men­du­kung profil pelajar Pancasila, de­ngan contoh seperti studi tur, proyek sederhana, atau bakti so­sial yang relevan dengan mata pelajaran. 

“Kegiatan kokurikuler ini kami rancang sebagai jembatan antara teori yang dipelajari siswa di kelas dengan praktik di kehidupan se­hari-hari. Anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (23/12).

Eko menambahkan, kegiatan kokurikuler di SMPN 1 Jayanti mencakup berbagai aktivitas edu­katif yang terintegrasi dengan mata pelajaran, seperti proyek berbasis lingkungan, kewira­usa­haan sederhana, penguatan literasi dan numerasi, serta kegiatan so­sial yang melatih kepedulian dan kerja sama siswa.

“Kami ingin siswa belajar dengan cara yang menyenangkan, ber­makna, dan kontekstual. Dengan kokurikuler, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan berani menge­mukakan ide. Ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka,” paparnya.

Ia menekankan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian pen­ting dalam membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seluruh guru terlibat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan koku­rikuler agar tetap relevan dengan tujuan pembelajaran.

“Melalui kokurikuler, kami me­nanamkan nilai gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreativitas. Inilah esensi dari Profil Pelajar Pancasila yang ingin kita capai bersama, kami memastikan kegiatan ini tidak berjalan sendiri, tetapi terintegrasi dengan pembe­lajaran di kelas. Guru berperan sebagai fasilitator, sementara sis­wa menjadi subjek utama pem­belajaran,” ungkapnya.

Eko menuturkan, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiat­an tersebut. Mereka tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, memecahkan masalah, dan ber­adaptasi dengan situasi nyata. Bahkan, dirinya menilai antu­siasme siswa menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan ko­kurikuler di sekolah.

“Respon siswa sangat positif. Mereka lebih bersemangat, lebih percaya diri, dan mampu menun­jukkan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat di kelas,” tutupnya.(ran)

Sumber: