BJB

Atlet Silat Uji Tanding dengan Boyolali

Atlet Silat Uji Tanding dengan Boyolali

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel Delima Bungsu. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel menggelar uji tanding atau try-in menghadapi atlet IPSI Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.

Uji tanding dilaksanakan di Gedung Youth Center Pamulang, Kecamatan Pamulang, Minggu (30/8). Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel Delima Bungsu mengatakan, Uji tanding tersebut menjadi salah satu tahapan evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan atlet setelah menjalani program latihan yang telah disusun tim pelatih.

Persiapan atlet Kota Tangsel sebelumnya telah diisi dengan satu kali try-in, satu kali try-out, serta sejumlah kejuaraan yang diikuti para atlet. “Try-in sekali, try-out sekali, dan beberapa kejuaraan-kejuaraan,” ujarnya ke­pa­da Tangerang Ekspres, Minggu (30/8).

Delima menambahkan, da­lam uji tanding tersebut, per­tandingan mencakup nomor-nomor yang akan menjadi bagian dari persiapan kontingen Kota Tangsel. Dari to­tal 21 nomor yang dipersiapkan, terdapat kelas fighter dan seni.

Menurutnya, uji tanding tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Hasil pertandingan akan digunakan sebagai bahan analisis untuk mengetahui perkembangan atlet selama men­jalani program la­tihan.

“Melihat grafik perkembangan latihan anak-anak selama priorisasi yang sudah terprogram,” tambahnya.

Setiap hasil dari try-in, try-out maupun kejuaraan sebelumnya telah dicatat dan dianalisis oleh IPSI Kota Tang­sel bersama tim analisis serta pelatih. Catatan tersebut menjadi bahan untuk melihat perkembangan masing-masing atlet sekaligus menentukan evaluasi berikutnya.

“Dari try-in gimana, dari try-out dulu gimana. Jadi kan itu ada perkembangannya, nilai-nilainya, analisanya itu tercatat di IPSI Kota Tangsel sama tim analisa, tim pelatih,” jelasnya.

Uji tanding kali ini juga disebut menjadi agenda terakhir sebelum memasuki tahap pematangan menuju Porprov Banten VII. Setelah evaluasi dilakukan, program latihan akan lebih difokuskan pada pematangan teknik dan aspek pertandingan berdasarkan hasil analisis.

“Setelah itu persiapan sudah nggak ada program lagi, cuma persiapan pematangan saja, teknik dan lain-lain. Dari hasil evaluasi,” tuturnya.

Sementara itu, agenda ­try-in bersama IPSI Boyolali baru dapat digelar setelah sejumlah atlet dan pengurus IPSI menyelesaikan agenda seleksi nasional yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Untuk Porprov Banten VII 2026, IPSI Kota Tangsel menar­getkan mampu meraih delapan medali emas. Target ter­sebut akan diperjuangkan melalui sekitar 20 kelas yang dipertandingkan. “Target de­lapan emas,” tegasnya.

Dengan uji tanding terakhir ini, tim pelatih berharap dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kesiapan atlet. Hasil evaluasi akan men­jadi dasar dalam menentukan fokus latihan hingga pelaksanaan Porprov Banten VII 2026 di Kota Tangsel. (bud/esa)

Sumber: