Warga Karangsari Dilatih Cukur Rambut
SAMPAIKAN: Ahmadin, salah seorang peserta pelatihan menyampaikan materi saat pelatihan berlangsung di Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang, Kamis (13/8).-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, bersama BUMN AirNav Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menggelar pelatihan teknik dasar mencukur rambut bagi masyarakat.
Pelatihan ini berlangsung selama dua pekan yang dimulai sejak tanggal 12-27 Agustus 2026. Ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, yang diharapkan dapat membuka peluang usaha dan menambah penghasilan warga.
Lurah Karangsari, Sech Muhamad Rasad, mengapresiasi dukungan AirNav Indonesia yang menjadi pendukung utama program pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan mencukur rambut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila ditekuni secara serius.
“Kami apresiasi pihak AirNav selaku pendukung utama kegiatan pelatihan dasar potong rambut. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya kali pertama dan terakhir, tetapi bisa terus berlanjut untuk membantu perekonomian warga Karangsari,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (13/8).
Ia menjelaskan, peserta pelatihan diprioritaskan bagi warga Karangsari berusia di bawah 40 tahun, dengan prioritas utama mereka yang berusia di bawah 35 tahun. Selain faktor usia, warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah juga menjadi sasaran program.
Menurutnya, keterampilan mencukur rambut dapat menjadi bekal bagi warga untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Ketika kita memiliki ilmu apa pun, kita akan tinggal di mana pun kita bisa hidup. Kita punya kemampuan potong rambut, saya rasa ke mana pun ada penduduk, kita bisa membuka usaha,” katanya.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius, menyerap ilmu yang diberikan instruktur, kemudian mengaplikasikannya setelah pelatihan selesai.
“Apa pun yang diberikan coach untuk teknik dasar potong rambut ini dicermati, diambil ilmunya dan diaplikasikan kepada masyarakat. Insyaallah akan lebih baik lagi ekonominya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, pihak kelurahan berperan dalam menyediakan fasilitas, menjaga keamanan dan kenyamanan peserta. Sementara kebutuhan pelatihan lainnya disiapkan oleh AirNav Indonesia.
Tidak hanya mendapatkan ilmu, peserta juga disebut akan memperoleh uang saku dan peralatan cukur setelah menyelesaikan pelatihan. Dukungan tersebut dinilai semakin memperbesar peluang peserta untuk mengembangkan keterampilan menjadi usaha.
Salah seorang peserta, Ahmadin, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang penghasilan baru. Saat ini, ia sudah tidak bekerja dan memiliki aktivitas sosial dengan mengelola paguyuban sedekah untuk anak yatim.
“Saya ingin menambah ilmu tentang barber, menambah rezeki, mencari pahala dan keberkahan,” kata Ahmadin.
Sebelumnya, Ahmadin juga pernah mengikuti pelatihan cukur selama lima hari yang diselenggarakan melalui Dinas Sosial. Setelah mendapatkan informasi mengenai pelatihan lanjutan dari AirNav, ia kembali mengikuti program tersebut untuk memperdalam kemampuan.
Sumber:

