Pompa Penyedot Banjir di Cimone Jaya Digondol Maling
Pompa Diesel penyedot banjir di wilayah Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, hilang digondol maling pada pekan lalu.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pompa air pengendali banjir milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang yang berlokasi di Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, dilaporkan hilang dicuri. Insiden ini memicu kekhawatiran warga mengingat peran krusial mesin tersebut dalam penanganan banjir saat musim hujan.
Ketua RT 03, RW 08, Kelurahan Cimone Jaya, Syarofah mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari warga bernama Enny yang menyadari mesin pompa sudah tidak ada di tempatnya.
”Saya menerima informasi dari pak Enny waktu tanggal 22 Maret, Pak Enny menyampaikan bahwa pompa tidak ada, katanya hilang. Saya langsung lapor ke RW, kemudian ke humas, dan diteruskan ke Binamas. Sekarang kami menunggu tindak lanjutnya,” ungkap Syarofah dalam keterangannya.
Mesin pompa diesel tersebut merupakan sarana vital bagi warga RT 02/RW 08 Kelurahan Cimone Jaya. Kata Syarofah, adanya kejadian tersebut, kini warga diliputi kekhawatiran ketika hujan deras.
”Itu pompa kapasitasnya sekitar 23 PK, beratnya aja sekitar 150 kilogram,” ujarnya.
”Kerugian kisaran mencapai belasan juta rupiah,” sambungnya.
Dia menambahkan, hilangnya pompa penyedot air banjir di wilayahnya berdampak pada terganggunya operasional penanganan banjir. Dia berharap Pemkot Tangerang melalui Dinas PUPR segera kembali memasang pompa pengganti sebelum puncak musim hujan kembali melanda wilayah tersebut.
”Pastinya kita khawatir ya, risiko genangan air di pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi,” katanya.
Sementara itu, Petugas Dinas PUPR Kota Tangerang,melalui bagian Operasional dan Pemeliharaan (OP), Doni, menyampaikan, bahwa pengecekan terakhir dilakukan pada 16 Maret 2026, dan saat itu mesin masih dalam kondisi aman.
”Kami baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapat laporan dari pihak kelurahan. Setelah kami kontrol kembali ke lokasi, ternyata benar mesin dieselnya sudah tidak ada,” ujar Doni.
Dia menyampaikan, pihaknya saat ini telah menempuh jalur hukum untuk memproses kehilangan aset negara tersebut.
”Kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Setelah ada surat BAP,” tegasnya.
Hilangnya pompa tersebut, tambah Doni, pihak Dinas PUPR akan menindaklanjuti penggantian pompa tersebut sesuai harapan warga.
”Kam akan ajukan ke pimpinan untuk pengadaan unit baru, apakah melalui anggaran perubahan (ABT) atau APBD murni agar segera bisa diganti,” pungkasnya. (ziz)
Sumber:

