Dewan Minta Pemkot Tanggap Kasus DBD
Anggota DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Anggota DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum mendorong Pemkot Tangerang memberikan perhatian serius terhadap pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Di musim penghujan ini, Yeni menilai jumlah penderita yang terjangkit penyakit DBD terjadi peningkatan. ”Di lingkungan saya sejak Desember 2025 lalu beberapa orang terkena DBD, ada warga yang minta fogging, karena lingkungan bersih pihak Puskesmas langsung turun melakukan fogging dibantu petugas kelurahan,” kata Yeni saat dihubungi, Rabu, 7 Januari 2026.
Anggota Komisi II ini menyampaikan, bahwa pihak terkait, baik dari Dinas Kesehatan maupun kader Jumantik perlu melakukan penanganan serius dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran penyakit DBD yang lebih inovatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya, dengan melakukan edukasi secara masif tentang kebersihan lingkungan. Di musim penghujan ini masyarakat didorong melakukan kerja bakti guna meminimalisir sarang-sarang nyamuk Aedes Aegypti.
”Jadi masyarakat perlu dikuatkan kembali dengan edukasi terkait pencegahan DBD. Langkah yang tepat warga melakukan kerja bakti di lingkungannya, melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD,” ujar Yeni.
Namun, Yeni juga mengingatkan perlunya koordinasi yang lebih intens antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran penyakit DBD secara efektif.
Politisi dari Fraksi PKS ini menyampaikan, selain itu, tindakan lainnya yang perlu dilakukan pemerintah daerah yaitu memerhatikan fasilitas kesehatan yang memadai bagi pasien DBD yang sedang dirawat.
“Adwnya peningkatan kasus DBD ini rumah fasilitas layanan kesehatan juga perlu ditingkatkan, ketersediaan obat, maupun tenaga medis yang terlatih. Ini sangat penting agar pasien DBD mendapatkan penanganan yang cepat dan optimal,” paparnya.
Dia meyakini dengan melakukan kolaborasi seluruh pihak terkait jumlah kasus penyebaran DBD dapat ditekan lebih efektif.
“Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, saya yakin kita bisa menekannya. Intinya menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan lingkungan yang sehat nyaman. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan terhadap kepedulian lingkungannya,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Puluhan Warga di dua Kelurahan di Kecamatan Batuceper Terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Sebaran penyakit DBD yang dinilai cukup tinggi di dua Kelurahan tersebut yakni Kelurahan Batusari dan Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper.
Warga RT 02 RW 06 Kelurahan Batusari, Bahrul Hikam mengatakan, dalam pekan ini lingkungan dekat rumahnya sebanyak lima orang terjangkit DBD.
Menurut Bahrul, tiga orang telah dinyatakan sembuh, sedangkan dua warga lainnya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
”Didekat rumah saya saja ada lima orang terkena DBD, tapi tiga orang sudah pulih atau sembuh, dua orang lagi masih dirawat di rumah sakit. Sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dr Sitanala Tangerang, namun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo,” ungkap Bahrul saat dihubungi, 6 Januari 2026.
Sumber:

