BJB NOVEMBER 2025

Dewan Minta Pemkot Tanggap Kasus DBD

Dewan Minta Pemkot Tanggap Kasus DBD

Anggota DP­RD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Anggota DP­RD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum mendorong Pemkot Tangerang membe­rikan perhatian serius terha­dap pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Di musim penghujan ini, Yeni menilai jumlah penderita  yang terjangkit penyakit DBD terjadi peningkatan. ”Di ling­kungan saya sejak Desember 2025 lalu beberapa orang ter­kena DBD, ada warga yang minta fogging, karena ling­kungan bersih pihak Puskes­mas langsung turun mela­kukan fogging dibantu petugas kelu­rahan,” kata Yeni saat di­hu­bungi, Rabu, 7 Januari 2026.

Anggota Komisi II ini me­nyam­paikan, bahwa pihak terkait, baik dari Dinas Ke­se­hatan maupun kader Ju­mantik perlu melakukan pe­nanganan serius dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran pe­nya­kit DBD yang lebih inovatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah sa­tunya, dengan melakukan edukasi secara masif tentang keber­sihan lingkungan. Di mu­sim penghujan ini masya­rakat di­dorong melakukan kerja bakti guna meminimalisir sa­rang-sarang nyamuk Aedes Aegypti.

”Jadi masyarakat perlu di­kuat­kan kembali dengan edu­kasi terkait pencegahan DBD. Langkah yang tepat war­ga me­lakukan kerja bakti di lingku­ngannya, melakukan gerakan 3M (Menguras, Menu­tup dan Mengubur) cara am­puh untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD,” ujar Yeni.

Namun, Yeni juga mengi­ngatkan perlunya koordinasi yang lebih intens antara pe­merintah daerah dan masya­rakat untuk melakukan pen­cegahan penyebaran penyakit DBD secara efektif.

Politisi dari Fraksi PKS ini menyampaikan, selain itu, tindakan lainnya yang perlu dilakukan pemerintah dae­rah yaitu memerhatikan fa­silitas kesehatan yang me­madai bagi pasien DBD yang sedang di­rawat.

“Adwnya peningkatan kasus DBD ini rumah fasilitas laya­nan kesehatan juga perlu di­tingkatkan, ketersediaan obat, maupun tenaga medis yang terlatih. Ini sangat pen­ting agar pasien DBD menda­pat­kan penanganan yang cepat dan optimal,” paparnya.

Dia meyakini dengan mela­kukan kolaborasi seluruh pi­hak terkait jumlah kasus penyebaran DBD dapat dite­kan lebih efektif.

“Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, saya yakin kita bisa menekannya. Intinya menjaga kebersihan ling­kungan, menciptakan ling­kungan yang sehat nya­man. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan terhadap kepedulian lingkungannya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan Warga di dua Kelu­rahan di Kecamatan Batuceper Terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), pe­nyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Sebaran penyakit DBD yang dinilai cukup tinggi di dua Kelurahan tersebut yakni Ke­lu­rahan Batusari dan Kelura­han Batujaya, Kecamatan Batu­ceper. 

Warga RT 02 RW 06 Kelu­rahan Batusari, Bahrul Hikam mengatakan, dalam pekan ini lingkungan dekat rumahnya se­banyak lima orang terjangkit DBD. 

Menurut Bahrul, tiga orang telah dinyatakan sembuh, sedangkan dua warga lainnya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

”Didekat rumah saya saja ada lima orang terkena DBD, tapi tiga orang sudah pulih atau sembuh, dua orang lagi masih dirawat di rumah sakit. Sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dr Sitanala Tangerang, namun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dr Cipto Ma­ngun­kusumo,” ungkap Bahrul saat dihubungi, 6 Januari 2026.

Sumber: