Kementan Dorong Mekanisasi Alat Pertanian
Reporter:
Redaksi Tangeks|
Editor:
Redaksi Tangeks|
Kamis 13-07-2017,05:47 WIB
Kementerian Pertanian melakukan transformasi pengolahan pertanian Indonesia dengan melakukan modernisasi. Langkah itu dilakukan dengan mendistribusikan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani.
Sejumlah alsintan yang didistribusikan ke petani meliputi traktor pengolah tanah, transplanter benih padi, penyiang gulma, combine harvester atau alat panen padi yang dilengkapi dengan packing karung.
Tahun 2014 lalu tenaga kerja di sektor pertanian tinggal 40,83 juta orang dibandingkan tahun 2011 sebanyak 42,48 juta orang. Pada tahun 2014 sektor pertanian menyerap sekitar 35,76 juta atau sekitar 30,2 persen dari total tenaga kerja.
"Banyak manfaat yang diperoleh dengan mekanisasi atau modernisasi pertanian antara lain mempercepat proses penyiapan lahan," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana dalam keterangan tertulis, Rabu (12/7).
Kebijakan melakukan modernisasi pertanian dapat mengejar ketersediaan air, mengurangi dan menurunkan biaya produksi budidaya pertanian khususnya padi sampai 40 persen, menyerempakkan kegiatan olah sawah, tanam dan panen. Sehingga hal itu dapat memotong siklus organisme penyakit tumbuhan (OPT).
Selain itu, kata Pending, manfaat mekanisasi pertanian juga untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sektor pertanian yang jumlahnya makin menyusut belakangan ini. Kemudian juga .eningkatkan efisiensi sumber daya yaitu waktu, tenaga dan biaya.
"Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, mengurangi resiko gagal panen dan berkurangnya produksi karena salah penanganan saat pasca panen," jelasnya.
Dengan mekanisasi, lanjut Pending, usaha pertanian lebih mudah menggaet kaum muda masuk bidang pertanian. Alasannya mampu memberikan pendapatan yang semakin layak sekitar 60 juta per tahun dari lahan 1 Ha.
"Selain itu juga lebih bergengsi di mata publik karena bekerja dengan menggunakan alat dan mesin pertanian serta memberikan tantangan lebih besar kepada kaum muda," katanya.
Pada 2015, Kementan telah menyumbangkan kurang lebih 80 ribu unit Alsintan kepada masyarakat petani yang ada di seluruh pelosok tanah air, meningkat 100 persen dari tahun 2014 sebanyak 40.000 unit. Ke-80 ribu unit Alsintan tersebut meliputi Alsintan Pra Panen seperti traktor, rice transplanter, pompa air, dan Alsintan Pasca Panen seperti Combine Harvester, Power Thresser, Dryer, dan Corn Sheller.
"Pada tahun 2016, jumlah alsintan yang dibagikan kepada petani meningkat menjadi 100.000 unit," katanya.
Pending menambahkan tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian akan terus menyusut sehingga sektor ini kekurangan tenaga kerja dan upah tenaga kerja semakin mahal. Struktur kepemilikan lahan juga akan terus berubah seiring berjalannya sistem waris, karena itu rekonstruksi kepemilikan lahan akan terus terjadi perubahan.
"Oleh karena itu, modernisasi sistem pertanian berbasis alsintan akan menjadi solusi yang bagus untuk mengantisipasi transformasi di bidang pertanian tersebut," ujarnya. (cr1/JPG)
Sumber: