Siswa SDN Saga 6 Belajar di Rumah Via Online, Guru Tetap Masuk

Siswa SDN Saga 6 Belajar di Rumah Via Online, Guru Tetap Masuk

BALARAJA – SDN Saga 6, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Para siswa tersebut diminta belajar sementara dilakukan murid di rumah masing-masing. Hal itu dilakukan dengan memberikan tugas selama kebijakan tersebut berlaku. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, menginstruksikan libur selama dua pekan karena terkait penyebaran virus corona. Dan siswa tetap dalam pantauan guru dengan menggunakan media komunikasi atau online Kepala SDN Saga 6, Retno memaparkan, selama dua pekan, para siswa diberikan tugas oleh guru. Bahkan untuk kelas atas diberikan tugas online melalui media sosial. Tugas tersebut ada yang diminta untuk membuka Ruang Guru, diberikan tugas mengaji yang direkam dengan video kemudian dikirim kepada guru agama. Bahkan adanya juga pengembangan pendidikan karakter anak, diantaranya rasa tanggungjawab, rasa empati terhadap orang tua dan lingkungan. Tentunya mereka diminta untuk mempublikasikan melalui video atau foto, saat membantu orangtua atau masyarakat. Lebih lanjut Retno memaparkan, sekolah yang dipimpinnya dengan pengembangan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) iini, meski semua siswa diliburkan, namun guru tetap ke sekolah, untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan belajar di rumah ini. Sistem belajar di rumah melalui daring ini akan diberlakukan selama 14 hari. “Penugasan belajar di rumah tetap dalam pantuan guru dengan menggunakan online,” tegas Retno, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3). Retno merasa yakin, meski metode belajar mengajar selama dua minggu ke depan dilaksanakan dari jarak jauh, tidak akan mengurangi kualitas pendidikan SDN Saga 6. Karenanya Retno berharap orangtua berperan aktif dalam memantau kegiatan belajar anak-anak di rumah. Selain itu yang paling penting, jangan sampai anak-anak disuruh untuk mendatangi tempat-tempat umum. “Jangan sampai anak diliburkan sekolah, tapi malah disuruh ke pasar atau ke mall,” kata Retno. Lebih lanjujt Retno memaparkan, bagi guru yang sedang tidak memantau anak-anaknya belajar di rumah, ia meminta untuk menghias atau membersihkan lingkungan sekolah. (mas)

Sumber: