Pemprov Banten Buka Akses Pelajar Daerah Tembus Kampus Dunia
Gubernur Banten, Andra Soni saat memberikan sambutan saat membuka Super Camp di BPSDM Provinsi Banten, Sabtu (29/8). (PEMPROV BANTEN UNTUK TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten memberikan akses luas bagi pelajar muda daerah untuk bisa bersaing menembus perguruan tinggi terbaik di dunia. Langkah ini diwujudkan lewat program Super Camp 'Banten Merebut Garuda' yang mulai berlangsung dan dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, Sabtu (29/8).
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan dari 250 pendaftar asal 30 SMA negeri se-Banten, sebanyak 106 pelajar terbaik berhasil lolos seleksi. Maka ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tinggi tidak boleh menjadi hak eksklusif kelompok berkecukupan saja.
"Keterbatasan masa lalu bukanlah takdir permanen. Jangan pernah berkecil hati hanya karena kalian berasal dari tempat yang jauh, sekolah daerah, atau keluarga sederhana," katanya.
Ia menekankan bahwa Super Camp bukan sekadar acara seremonial dua hari, melainkan inkubator investasi SDM jangka panjang. Program ini dirancang menjadi wadah bagi para siswa untuk melompati keterbatasan menuju akses pendidikan terbaik di dunia.
"Program ini dirancang sebagai inkubator intensif, sebuah galah yang memperpanjang jangkauan kalian untuk melompati batasan, menembus dinding-dinding perguruan tinggi terbaik di dunia,” tuturnya.
Diketahui, program ini dibangun melalui kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Google Indonesia, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, serta mitra lainnya.
Gubernur meminta agar para peserta tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga mengedepankan adab, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap kemajuan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, menjelaskan bahwa pascakegiatan Super Camp, 106 peserta akan menjalani program mentorship atau pembinaan selama enam bulan. Sebanyak 22 mentor berpengalaman di bidang pendidikan dalam dan luar negeri akan mendampingi para siswa, dengan rasio satu mentor membina sekitar lima peserta.
“Pembinaan akan difokuskan pada penguatan motivasi dan karakter, kesiapan teknis dan administrasi beasiswa, kemampuan bahasa Inggris, hingga pembangunan jejaring global,” papar Jamaluddin.
Melalui pendampingan komprehensif ini, Pemprov Banten menargetkan setidaknya 50 persen peserta mampu melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan beasiswa kompetitif, seperti Beasiswa Garuda maupun Beasiswa Indonesia Maju, pada tahun 2027 mendatang. (mam)
Sumber:


