Libatkan Seniman, Pawai Budaya Usung Konsep Baru
Rapat persiapan pawai budaya HUT Kota Serang di Aula Korpri Kota Serang, Kamis (6/8). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengusung konsep baru dalam pelaksanaan Pawai Budaya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Tahun ini, pawai tidak lagi didominasi aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi melibatkan seniman, sanggar seni, paguron, komunitas budaya, hingga pelajar.
Pawai Budaya dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 mulai pukul 19.00 WIB setelah upacara penurunan bendera. Kegiatan dipusatkan di kawasan Royal Baru dengan rute Taman Sari–Royal Baroe–Jalan Juhdi dan berakhir di kawasan Starbucks.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan perubahan konsep dilakukan agar Pawai Budaya benar-benar menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya di Kota Serang.
"Tahun ini kami mengusulkan agar peserta lebih banyak berasal dari pelaku seni, sanggar seni, komunitas, serta sekolah yang memiliki kelompok kesenian. OPD nantinya berperan sebagai orang tua asuh bagi para peserta," kata Yudi usai rapat persiapan Pawai Budaya, Kamis (6/8).
Menurutnya, pelaksanaan pada malam hari dipilih karena mempertimbangkan cuaca yang sedang memasuki musim kemarau sehingga lebih nyaman bagi peserta, terutama pelajar. Agar kegiatan tidak berlangsung hingga larut malam, setiap kontingen hanya diberi waktu sekitar dua menit untuk menampilkan atraksi sebelum melanjutkan perjalanan mengikuti rute pawai.
Yudi menjelaskan, Pawai Budaya yang biasanya digelar saat Hari Jadi Kota Serang tahun ini dipindahkan ke 17 Agustus karena penyesuaian jadwal penggunaan kawasan stadion yang juga digunakan untuk rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI, termasuk gladi Paskibraka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan pihaknya menjadi leading sector pelaksanaan Pawai Budaya sekaligus mengoordinasikan sekitar 10 ribu pelajar untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada pagi harinya.
Ia mengatakan konsep baru tersebut diharapkan menjadikan Pawai Budaya sebagai milik masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial pemerintah.
"Harapan kami, Pawai Budaya mampu meninggalkan kesan di masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa Kota Serang memiliki kekayaan budaya yang patut dilestarikan," ujarnya.
Pawai diperkirakan diikuti 100 hingga 150 kontingen dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang. Selain menampilkan budaya lokal Banten dan Kota Serang, kegiatan juga akan diikuti berbagai komunitas budaya, sekolah, serta paguyuban dari berbagai daerah.
Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Serang Kota akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan mulai sekitar pukul 16.00 WIB pada 17 Agustus. Langkah tersebut dilakukan agar jalur pawai steril saat kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB. (ald)
Sumber:

