BJB

Siswa Baru akan Dapat Seragam Gratis

Siswa Baru akan Dapat Seragam Gratis

MENGUNJUNGI: Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri saat mengunjungi sekolah di Kota Serang, belum lama ini.(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan mengalokasikan bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tingkat SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut dipertahankan sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan bantuan seragam gratis tetap diberikan meski kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas. Pada tahun ini, setiap siswa penerima akan mendapatkan satu setel seragam sekolah yang pembiayaannya disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah.“Tujuannya untuk membantu meringankan beban orang tua. Tahun ini diberikan satu setel dulu sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya, Kamis (18/5).

Menurut Budi, pemerintah daerah saat ini harus membagi alokasi anggaran untuk berbagai kebutuhan prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan hingga sektor pendidikan. Kondisi tersebut membuat sejumlah program harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah yang tersedia.

Meski demikian, Pemkot Serang menilai program bantuan seragam sekolah tetap perlu dipertahankan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

Program tersebut menyasar siswa yang diterima di kelas 1 SD dan kelas 7 SMP negeri. Penyaluran bantuan nantinya akan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang setelah proses penerimaan peserta didik baru selesai.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan pembagian seragam akan dilakukan setelah peserta didik baru resmi masuk sekolah. Sebelum dibagikan, pihak sekolah akan terlebih dahulu melakukan pendataan dan pengukuran ukuran seragam siswa.“Setelah siswa baru masuk, baru dilakukan pengukuran seragam, kemudian dibagikan,” katanya.

Nuri mengungkapkan, pada awal perencanaan program, bantuan seragam sebenarnya ditargetkan mencakup empat jenis seragam. Namun, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah berdampak pada pengurangan alokasi belanja sehingga realisasinya hanya dapat diberikan satu setel seragam untuk setiap siswa.“Yang tadinya empat setel, sekarang hanya bisa direalisasikan satu setel karena penganggaran kemarin terkena efisiensi,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 miliar bagi siswa SD dan Rp1,1 miliar untuk siswa SMP. Dindikbud juga belum dapat memastikan jumlah penerima bantuan tahun ini karena masih menunggu hasil akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Namun berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah siswa baru di Kota Serang mencapai sekitar 6.000 orang. “Semuanya masih menunggu hasil penerimaan siswa baru dan daya tampung sekolah,” jelas Nuri.

Ia menambahkan, pada tahap awal program ini baru diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah negeri. Sementara untuk sekolah swasta, bantuan seragam gratis belum dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran.

Ke depan, Pemkot Serang berharap program tersebut dapat ditingkatkan seiring membaiknya kemampuan keuangan daerah. Pada tahun anggaran 2027, pemerintah menargetkan jumlah bantuan seragam yang diterima siswa dapat bertambah sehingga manfaat program semakin dirasakan masyarakat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, program seragam gratis diharapkan dapat mengurangi pengeluaran keluarga pada masa tahun ajaran baru yang umumnya diikuti meningkatnya kebutuhan pendidikan anak. Dengan demikian, akses pendidikan dapat lebih terjangkau dan tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.(ald)

Sumber: