BJB
hut bjb

Museum Multatuli Jadi Tempat Peringatan Bulan Bung Karno

Museum Multatuli Jadi Tempat Peringatan Bulan Bung Karno

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mem­be­rikan sambutan pada acara bulan Bung Karno di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Selasa (2/6). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Melalui peringatan Bulan Bung Karno, Sekretaris Jen­deral (Sekjen) PDI Per­ju­ang­­an, Hasto Kritiyanto meng­gaungkan kembali se­mangat perjuangan Bung Karno dan nilai-nilai Pan­casila. Hal itu disampaikan Hasto di Museum Multatuli Rangkas­bitung, Ka­bupaten Lebak, Selasa (2/6).

Di hadapan kader partai, budayawan, akademisi, pegiat sejarah, serta unsur peme­rintah daerah, Hasto mene­gaskan bahwa Kabupaten Lebak memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan keadilan sosial di Indonesia.

Menurutnya, Lebak bukan hanya dikenal sebagai tanah adat Baduy, tetapi juga tempat lahirnya karya monumental Multatuli yang mengkritik penindasan terhadap rakyat pada masa kolonial.

“Multatuli dan Bung Karno memiliki semangat yang sama, yaitu keberpihakan kepada rakyat kecil dan perjuangan menegakkan keadilan. Nilai-nilai itu harus terus dirawat dan diwariskan kepada ge­nerasi muda,” kata Hasto.

Acara tersebut dihadiri pe­ngurus DPP PDI Perjuangan, anggota DPR RI, Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, unsur Forkopimda, kepala instansi vertikal, budayawan, akade­misi, serta pegiat sejarah dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan, semangat yang terkandung dalam karya Multatuli maupun gagasan Bung Karno memiliki relevansi kuat dengan kondisi bangsa saat ini.

Karena itu, peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya men­jadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk me­refleksikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hasto menyebut, Pancasila lahir dari pergulatan pemi­kiran yang menempatkan ke­adilan sosial sebagai tujuan utama bangsa Indonesia.

"Oleh sebab itu, seluruh ele­men masyarakat memiliki tanggung jawab untuk men­jaga semangat gotong royong, persatuan, dan keberpihakan terhadap kelompok yang le­mah, itu makna bulan bung Karno," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menga­ta­kan, Kabupaten Lebak me­miliki dua warisan besar yang menjadi identitas daerah, yakni kejujuran masyarakat Baduy dan keberanian Mul­tatuli dalam menyuarakan kebenaran.

“Kita sama-sama nyatakan bahwa Lebak adalah tempat kejujuran Baduy diwariskan dan pena Multatuli ditoreh­kan,” kata Amir dalam sam­butannya.

Menurut Amir, semangat yang diwariskan Bung Karno, Multa­tuli, dan masyarakat Baduy harus diwujudkan da­lam kehi­dupan sehari-hari melalui sikap jujur, adil, dan gotong royong.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan berbagai per­soalan sosial yang meng­hambat kemajuan daerah.

“Hari ini saya katakan per­juangan Lebak adalah mela­wan mental tidak jujur, tidak adil, dan tidak gotong royong. Kalau tiga penyakit ini kita lawan, maka janji 1 Juni 1945 dan amanat pena Multatuli akan tetap hidup di tanah Lebak,” tegasnya.

Amir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai gotong ro­yong sebagai fondasi pem­bangunan daerah, mulai dari pengembangan pariwisata Baduy, peningkatan kesejah­teraan petani, hingga mencip­takan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.(fad)

Sumber: