Pembangunan Flyover Ditarget Rampung Desember
Gubernur Banten, Andra Soni, meninjau jalan yang akan dibangun flyover di Kota Serang, belum lama ini.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Proyek pembangunan jalan layang atau flyover di Trondol, Kota Serang resmi memasuki tahapan pengerjaan fisik. Saat ini, pihak pelaksana mulai melakukan mobilisasi alat berat ke lokasi proyek setelah menyelesaikan tahapan Pre-Construction Meeting (PCM).
Rencananya, pemasangan fondasi pertama akan mulai dilaksanakan pada 13 Mei ini. Hal ini menandai dimulainya pengerjaan konstruksi secara masif setelah proses penandatanganan kontrak selesai dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan bahwa proyek konstruksi yang menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Provinsi Banten akan segera dimulai.
"Tanggal 13 ya kita mulai pengerjaan," katanya melalui sambungan telepon seluler, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, proyek ini menelan anggaran sekitar Rp20 miliar. Pemprov Banten menargetkan proyek ini dapat berfungsi dan selesai sepenuhnya pada Desember ini.
"Targetnya Desember sudah selesai. Saat ini sudah tahap mobilisasi alat, dan tanggal 13 kita sudah mulai masuk ke pemasangan fondasi," ujarnya.
Ia mengaku, untuk menjaga kualitas bangunan, proses pengerjaan akan diawasi secara berlapis, mulai dari konsultan pengawas, internal Dinas PUPR, hingga pelibatan masyarakat.
"Kita ada konsultan pengawas, dari pihak PUPR juga turun. Bahkan kita minta masyarakat ikut mengontrol agar hasilnya sesuai harapan," tuturnya.
Terkait dampak pembangunan terhadap kelancaran lalu lintas, pihak penyelenggara memastikan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk skema pengalihan arus. Sosialisasi kepada pengguna jalan pun telah mulai dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di area proyek.
"Kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas," ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan, pembangunan Frontage Flyover Unyur di Kota Serang merupakan langkah percepatan penanganan kemacetan yang kerap terjadi akibat perlintasan kereta api dan arus lalu lintas di jalur Kaligandu–Unyur.
Andra menjelaskan bahwa proyek frontage tersebut telah direncanakan sejak lama namun sempat tertunda karena persoalan anggaran. Flyover yang dirancang sebagai jalur alternatif ini akan memisahkan arus kendaraan dari lintasan kereta sehingga lalu lintas dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
"Rencananya sudah lama, tapi terkendala fiskal," katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan fisik yang dilaksanakan pemerintah daerah di Banten harus dilakukan secara terukur dan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Pemprov Banten berkomitmen untuk memprioritaskan infrastruktur yang memberi dampak langsung bagi mobilitas warga.
Sumber:
