BJB FEBRUARI 2026

Jalan Rusak di Perbatasan Jadi Prioritas

Jalan Rusak di Perbatasan Jadi Prioritas

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Kota Serang dan Kabupaten Serang, tepatnya di Jalan Kebon Sawo, Kecamatan Walantaka, Senin (20/4). (PEMKOT SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memprio­ritaskan perbaikan jalan rusak di wilayah perbatasan guna menunjang mobilitas ma­syarakat lintas daerah. Upaya ter­sebut dilakukan secara ber­tahap dengan menye­suai­kan kemampuan anggaran serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Pernyataan tersebut diung­kapkan oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, saat meninjau langsung pembangunan in­frastruktur jalan di kawasan perbatasan Kota Serang dan Kabupaten Serang, tepatnya di Jalan Kebon Sawo, Keca­matan Walantaka, Senin, (20/4). 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan betonisasi jalan, pem­ba­ngun­an tembok penahan tanah (TPT), serta drainase yang dikerjakan dalam satu paket kegiatan.

Menurut Budi, pemba­ngun­an jalan perbatasan menjadi fokus utama pemerintahannya, terutama pada ruas-ruas yang kondisinya sudah rusak parah dan kerap dikeluhkan ma­syarakat.

“Pembangunan jalan per­batasan ini menjadi prioritas karena menyangkut akses utama masyarakat. Setelah satu ruas selesai, akan dilan­jutkan ke wilayah lainnya,” ujarnya.

Pada lokasi tersebut, Pemkot Serang tengah menangani ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBD murni tahun berjalan.

Budi menegaskan, keterba­tasan anggaran membuat pemerintah harus memprio­ritaskan penanganan pada titik-titik yang paling men­desak. Ia juga meminta ma­syarakat bersabar apabila wilayahnya belum tersentuh pembangunan. “Semua akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) Kota Se­rang, Iwan Sunardi, mengata­kan pembangunan jalan per­­batasan tidak hanya dila­kukan di satu titik, melainkan mencakup sejumlah ruas strategis yang menjadi jalur penghubung antarwilayah.

Ia menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat lintas daerah menjadi alasan utama pentingnya perbaikan jalan perbatasan. Banyak warga yang tinggal di luar Kota Serang namun beraktivitas di dalam kota, baik untuk bekerja maupun bersekolah.

“Jalan perbatasan ini sangat penting karena mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Iwan mengungkapkan, saat ini kondisi jalan rusak di Kota Serang masih berada di kisaran 12 persen. Pemerintah menar­getkan penanganan dilakukan secara bertahap hingga selu­ruh ruas jalan berada dalam kondisi baik.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pihaknya tetap optimistis program pembangunan dapat berjalan melalui kolaborasi lintas pemerintahan.

“Tidak semua bisa diselesai­kan dalam satu tahun anggar­an. Jika belum tuntas, akan dilanjutkan pada tahun berikut­nya, termasuk hingga 2027,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Serang juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait penanganan sejumlah ruas jalan yang men­jadi kewenangan provinsi, termasuk di kawasan Trondol. Pemerintah provinsi diren­canakan akan turut menun­taskan beberapa ruas tersebut dalam beberapa tahun ke depan. (ald)

Sumber: