Jalan Rusak di Perbatasan Jadi Prioritas
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Kota Serang dan Kabupaten Serang, tepatnya di Jalan Kebon Sawo, Kecamatan Walantaka, Senin (20/4). (PEMKOT SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memprioritaskan perbaikan jalan rusak di wilayah perbatasan guna menunjang mobilitas masyarakat lintas daerah. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, saat meninjau langsung pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Kota Serang dan Kabupaten Serang, tepatnya di Jalan Kebon Sawo, Kecamatan Walantaka, Senin, (20/4).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan betonisasi jalan, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), serta drainase yang dikerjakan dalam satu paket kegiatan.
Menurut Budi, pembangunan jalan perbatasan menjadi fokus utama pemerintahannya, terutama pada ruas-ruas yang kondisinya sudah rusak parah dan kerap dikeluhkan masyarakat.
“Pembangunan jalan perbatasan ini menjadi prioritas karena menyangkut akses utama masyarakat. Setelah satu ruas selesai, akan dilanjutkan ke wilayah lainnya,” ujarnya.
Pada lokasi tersebut, Pemkot Serang tengah menangani ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBD murni tahun berjalan.
Budi menegaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memprioritaskan penanganan pada titik-titik yang paling mendesak. Ia juga meminta masyarakat bersabar apabila wilayahnya belum tersentuh pembangunan. “Semua akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembangunan jalan perbatasan tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan mencakup sejumlah ruas strategis yang menjadi jalur penghubung antarwilayah.
Ia menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat lintas daerah menjadi alasan utama pentingnya perbaikan jalan perbatasan. Banyak warga yang tinggal di luar Kota Serang namun beraktivitas di dalam kota, baik untuk bekerja maupun bersekolah.
“Jalan perbatasan ini sangat penting karena mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Iwan mengungkapkan, saat ini kondisi jalan rusak di Kota Serang masih berada di kisaran 12 persen. Pemerintah menargetkan penanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan berada dalam kondisi baik.
Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pihaknya tetap optimistis program pembangunan dapat berjalan melalui kolaborasi lintas pemerintahan.
“Tidak semua bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Jika belum tuntas, akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, termasuk hingga 2027,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Serang juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait penanganan sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi, termasuk di kawasan Trondol. Pemerintah provinsi direncanakan akan turut menuntaskan beberapa ruas tersebut dalam beberapa tahun ke depan. (ald)
Sumber:
