Warga Pendatang Baru Harus Segera Lapor
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten mengimbau agar warga pendatang baru segera melaporkan kepada pemerintah daerah. Proses urbanisasi ini kerap terjadi pasca libur Lebaran 2026, dan berpotensi menambah jumlah angka pengangguran.
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait urbanisasi penduduk, khususnya ke daerah yang padat industri, seperti Tangerang Raya, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Pihaknya juga akan melakukan operasi yustisi terhadap pendatang baru yang ada di wilayah tersebut.
"Bahasanya operasi tetapi dengan cara yang lebih humanis," katanya, Senin (30/3).
Hasilnya itu nanti akan dilaporkan ke DP3AKKB Banten untuk memastikan jumlah penduduk ril yang menetap di Banten.
Iwan juga meminta kepada pendatang untuk segera melaporkan ke RT RW setempat di daerah masing-masing.
"Sehingga kita punya data pasti berapa sih jumlah penduduk di Provinsi Banten. Intinya menyarankan agar penduduk baru segera melaporkan kepada pemerintah daerah di tingkat terkecil agar kami pemerintah daerah punya data riil jumlah penduduk," ungkapnya.
Ia mengaku, berdasarkan data pada semester II 2025, jumlah penduduk di Banten mencapai 13,1 juta jiwa, jumlah tersebut meningkat sekitar 50 ribu jiwa dibandingkan semester I 2025 yang mencapai 13,05 juta jiwa. "Jadi asusmsinya penambahannya agak lumayan ya," jelasnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu data penambahan jumlah penduduk pasca Lebaran 2026 yang akan dilaporkan oleh masing-masing daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi, mengatakan pemerintah tidak membatasi siapapun yang ingin mengadu nasib di Banten, namun pemerintah menekankan pentingnya tertib administrasi kependudukan khususnya pasca Idulfitri 1447 Hijriyah. "Kita tidak bisa membatasi kedatangan saudara kita," katanya.
Mengenai potensi jadi pengangguran baru, Septo mengaku bahwa Banten merupakan salah satu daerah tujuan utama pencari kerja. Sehingga wajar bila banyak warga yang berdatangan untuk mencari kerja.
"Tapi secara alami kalau tidak mendapat pekerjaan akan pindah lagi dari Banten," ungkapnya.
Menurutnya, para pendatang harus menyelesaikan proses administrasi kependudukan di daerah masing-masing. Sebab pihaknya telah mengimbau kepada perusahaan yang ada di Banten untuk mengutamakan warga lokal.
"Karena perusahaan yang ada di kita diimbau untuk mengutamakan warga Banten," paparnya. (mam)
Sumber:

