BJB FEBRUARI 2026

Pekerja Tambang Batu Meninggal Tertimpa Longsoran Batu

Pekerja Tambang Batu Meninggal Tertimpa Longsoran Batu

KORBAN TAMBANG: Seorang pekerja tambang batu belah melihat jenazah temannya yang tertimpa Batu, kemarin.(A Fadilah/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Ubud (41) warga Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten seorang pekerja tambang batu dilaporkan tewas akibat tertimpa longsoran batu di lokasi penambangan di desa setempat, Senin sore, (9/2).

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas pemahatan batu secara manual menggunakan pahat dan palu (godam).

Kapolsek Gunungkencana AKP Supar membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula ketika korban sedang bekerja di area tebing tambang batu, lalu secara tiba-tiba terjadi longsor batu, korban tidak sempat menghindar dan langsung menimpa tubuh korban.

“Korban saat itu sedang melakukan pemahatan batu. Tiba-tiba tebing longsor dan menimpa korban, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi,” kata AKP Supar, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (10/2).

Lanjut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka berat di hampir seluruh bagian tubuh akibat tertimpa material batu. ”Jenazah korban korban sudah dibawa oleh keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka di Desa Ciakar,” ujarnya. 

Dikatakan, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya palu/godam yang digunakan korban serta batu yang masih berlumuran darah. Selain itu, area tambang juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.“Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memintai keterangan saksi-saksi serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tambang tersebut,” paparnya.

Jajang, warga Desa Ciakar meminta kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) agar menutup tambang batu belah di wilayah selamanya. Karena, kejadian yang menewaskan pekerja bukan kali ini saja. Karena, dalam aktivitasnya para pekerja tidak sefty dan membahayakan juga bagi lingkungan sekitar. ”Kami minta hentikan aktivitas tambang batu di desanya, karena membahayakan jiwa dan merusak lingkungan,” ucapnya.(fad)

Sumber: