Pemkab Lebak Gelar Pasar Murah di 28 Kecamatan
Kepala Disperindag Lebak Rully Edwar.--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menggelar pasar murah menjelang Ramadan 1447 H. Program ini dilaksanakan di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak sebagai upaya pengendalian inflasi, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga kurang mampu (miskin ekstrem).
Rully Edward, Kepala Disperindag Kabupaten Lebak mengatakan, pasar murah akan dilaksanakan secara bertahap di masing-masing kantor kecamatan, dengan titik pembukaan dipusatkan di Plaza Rangkasbitung dan direncanakan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak.
“Ini dalam rangka pengendalian inflasi dan mengurangi beban masyarakat menjelang Ramadan. Biasanya menjelang hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok cenderung naik, sehingga pemerintah harus hadir menjaga agar harga tetap terjangkau,” kata Rully, kepada wartawan, Senin (2/2).
Dia menjelaskan, mekanisme pasar murah dilakukan menggunakan kupon yang diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan rentan. Namun, program ini bukan bantuan sosial (bansos), melainkan subsidi harga.
“Kupon dibagikan oleh kecamatan melalui desa kepada masyarakat. Mereka tetap membeli, hanya saja harganya sudah disubsidi. Kalau kupon tidak terpakai, bisa dialihkan ke masyarakat lainnya,” ujarnya.
Yani, Kabid Perdagangan Disperindag Lebak menambahkan, pada pasar murah kali ini, Pemkab Lebak menyediakan dua jenis paket, yakni paket sembako dan paket telur.
Paket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan terigu 1 kg.
"Paket sembako tersebut dijual kepada masyarakat seharga Rp87.000, setelah mendapatkan subsidi sebesar Rp29.000," paparnya.
Sementara paket telur 1 kg dijual hanya Rp20.000, dari harga pasar yang mencapai sekitar Rp27.500, dengan subsidi Rp8.000.
“Jika masyarakat membeli paket sembako dan telur sekaligus, cukup menyiapkan uang Rp107.000,” tambah Yani.
Adapun jumlah kupon yang disediakan dalam program pasar murah ini, kata dia, untuk kupon sembako sebanyak 17.500 dan untuk kupon telur sebanyak 8.000.
Untuk penyediaan bahan pokok, Pemkab Lebak menunjuk PT Lebak Niaga sebagai penyedia utama melalui dasar hukum Peraturan Bupati (Perbup). Selain itu, sejumlah UMKM lokal juga dilibatkan untuk mendukung kegiatan pasar murah.
“BUMD ditunjuk untuk pelaksanaan pasar murah, dan ini sudah sesuai dengan Perbup. Harapannya, inflasi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” papar Yani.
Terpisah, Dirut PT Lebak Niaga, Ilham Akbar membenarkan jika BUMD Lebak Niaga menjadi penyedia kebutuhan pasar murah nanti.
Sumber:

