BJB NOVEMBER 2025

Pasar Jedogan Pindah ke Pasar Kepandean

Pasar Jedogan Pindah ke Pasar Kepandean

Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang Wahyu Nurjamil saat diwawancarai wartawan usai rapat persiapan di kantornya, Kamis (22/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang me­mastikan pelaksanaan Pasar Jedogan tahun ini tidak lagi digelar di ka­wasan Royal Baroe. Agen­da tahunan tersebut resmi dipindahkan ke Pasar Ke­pandean sebagai bagi­an dari upaya menjaga dan melindungi fasilitas kawasan Royal yang telah dibangun.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop­UKMperindag) Kota Se­rang, Wahyu Nurjamil, me­ngatakan kawasan Royal Baru sudah tidak di­per­kenankan lagi digu­nakan untuk kegiatan pasar musiman. Kebijakan ini diambil agar sarana dan prasarana di kawasan tersebut tetap terawat dan tidak mengalami kerusak­an akibat aktivitas perda­gangan sementara.

Pasar Jedogan tahun ini kita alihkan ke Pasar Kepandean. Kawasan Ro­yal sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai lokasi pasar agar fasilitas yang ada tetap terjaga,” ujar Wahyu usai rapat persiapan di kantor Din­kopUKMperindag Kota Serang, Kamis (22/1).

Menurutnya, pemin­dah­an lokasi justru diha­rapkan dapat mening­kat­kan kualitas pelaksanaan Pasar Jedogan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 17–19 atau 18–20, menjelang Hari Raya Idulfitri.

Selain transaksi jual beli, Pasar Jedogan juga akan diramaikan dengan ber­bagai kegiatan pendu­kung, seperti hiburan mu­sik, permainan rakyat, serta sejumlah acara lain­nya. Konsep yang diusung menyerupai Serang Fair, namun dengan skala yang lebih kecil dan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Kebutuhan stand peda­gang biasanya mencapai sekitar 200 unit. Namun tahun ini baru bisa kita fasilitasi sekitar 70 persen atau sekitar 120 hingga 130 stand. Prioritas tetap diberikan kepada UMKM Kota Serang,” kata Wahyu.

Untuk mendukung ke­lancar­an kegiatan, Pemkot Serang menyiapkan re­kayasa lalu lintas di sekitar Pasar Kepandean. Penu­tupan jalan direncanakan mulai dari kawasan Fla­mengo hingga tikungan menuju Kepandean. Pe­dagang fesyen akan ditem­patkan di sepanjang ruas jalan, sementara peda­gang kuliner tetap berada di dalam area pasar, de­ngan konsep serupa ke­giatan car free day.

Wahyu menegaskan, pe­lak­sanaan Pasar Je­dogan tidak akan meng­ganggu malam takbiran. Pemkot menargetkan seluruh aktivitas sudah selesai dan kawasan kem­bali bersih serta tertib sebelum malam Idulfitri. Untuk itu, koordinasi de­ngan para pedagang terus dilakukan agar kegiatan berjalan kondusif.

Dari sisi anggaran, Pem­kot Serang meng­alo­ka­sikan dana sebesar Rp200 juta untuk pelaksanaan Pasar Jedogan selama tiga hari. Anggaran tersebut termasuk honor petugas, mengingat kegiatan meli­batkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa pena­taan kawasan Royal tidak dimaksudkan untuk me­ngesampingkan pedagang kaki lima. Penataan dila­kukan agar aktivitas per­dagangan berlangsung lebih tertib, rapi, dan sesuai aturan.

“Kawasan Royal kita rapikan. Nantinya akan diatur zona-zona perda­gangan, seperti kuliner dan pedagang pakaian, supaya terlihat lebih tertib. Apalagi Kota Serang se­dang bersiap sebagai ibu kota provinsi,” kata Budi. (ald)

Sumber: