Pasar Jedogan Pindah ke Pasar Kepandean
Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang Wahyu Nurjamil saat diwawancarai wartawan usai rapat persiapan di kantornya, Kamis (22/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan pelaksanaan Pasar Jedogan tahun ini tidak lagi digelar di kawasan Royal Baroe. Agenda tahunan tersebut resmi dipindahkan ke Pasar Kepandean sebagai bagian dari upaya menjaga dan melindungi fasilitas kawasan Royal yang telah dibangun.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan kawasan Royal Baru sudah tidak diperkenankan lagi digunakan untuk kegiatan pasar musiman. Kebijakan ini diambil agar sarana dan prasarana di kawasan tersebut tetap terawat dan tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas perdagangan sementara.
“Pasar Jedogan tahun ini kita alihkan ke Pasar Kepandean. Kawasan Royal sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai lokasi pasar agar fasilitas yang ada tetap terjaga,” ujar Wahyu usai rapat persiapan di kantor DinkopUKMperindag Kota Serang, Kamis (22/1).
Menurutnya, pemindahan lokasi justru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Pasar Jedogan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 17–19 atau 18–20, menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain transaksi jual beli, Pasar Jedogan juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti hiburan musik, permainan rakyat, serta sejumlah acara lainnya. Konsep yang diusung menyerupai Serang Fair, namun dengan skala yang lebih kecil dan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Kebutuhan stand pedagang biasanya mencapai sekitar 200 unit. Namun tahun ini baru bisa kita fasilitasi sekitar 70 persen atau sekitar 120 hingga 130 stand. Prioritas tetap diberikan kepada UMKM Kota Serang,” kata Wahyu.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkot Serang menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Kepandean. Penutupan jalan direncanakan mulai dari kawasan Flamengo hingga tikungan menuju Kepandean. Pedagang fesyen akan ditempatkan di sepanjang ruas jalan, sementara pedagang kuliner tetap berada di dalam area pasar, dengan konsep serupa kegiatan car free day.
Wahyu menegaskan, pelaksanaan Pasar Jedogan tidak akan mengganggu malam takbiran. Pemkot menargetkan seluruh aktivitas sudah selesai dan kawasan kembali bersih serta tertib sebelum malam Idulfitri. Untuk itu, koordinasi dengan para pedagang terus dilakukan agar kegiatan berjalan kondusif.
Dari sisi anggaran, Pemkot Serang mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta untuk pelaksanaan Pasar Jedogan selama tiga hari. Anggaran tersebut termasuk honor petugas, mengingat kegiatan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa penataan kawasan Royal tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan pedagang kaki lima. Penataan dilakukan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib, rapi, dan sesuai aturan.
“Kawasan Royal kita rapikan. Nantinya akan diatur zona-zona perdagangan, seperti kuliner dan pedagang pakaian, supaya terlihat lebih tertib. Apalagi Kota Serang sedang bersiap sebagai ibu kota provinsi,” kata Budi. (ald)
Sumber:

