KEMIRI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang menormalisasi Irigasi Tersier Cipagedangan mulai dilakukan di Kampung Legok RT 06/02, Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Sebelumnya, warga kerap mengeluh air irigasi yang keruh akibat pendakalan. Ketua RW 02 Samudi mengatakan, Irigasi Cipagedangan merupakan terusan saluran air sekunder Sungai Cisadane. Jelasnya, fungsi irigasi ini untuk memenuhi keperluan sehari-hari (mandi-red) masyarakat dan kebutuhan air untuk lahan persawahan. Selama dua tahun terkhir, Samudi menuturkan, irigasi ini tidak berfungsi dengan baik akibat tidak ada perawatan. Alhasil, petani menggunakan pompa air dan selang dengan mengandalkan saluran air sekunder Sungai Cimanceri dan Cisadane. Selain itu, warga juga mengandalkan saluran sekunder tersebut untuk keperluan sehari-hari dengan resiko yang mengancam akibat arus deras dan kedalamannya. “Kalau irigasi tersier memiliki arus yang tenang dan hanya kedalama satu meter. Lalu, bila petani pakai pompa air, ini secara hitungan pasti kurang ekonomis sebab ada biaya belanja bahan bakar.” kata Samudi kepada Tangerang Ekspres, Selasa (6/3). Samudi menjelaskan, Irigasi Tersier Cipagedangan memiliki panjang sekitar 7 kilometer. Menurutnya, sepanjang 1,5 kilometer berada di Kampung Legok RT 01/01, 04/01, 06/02 Desa Legok Sukamaju. Sisanya, sebelah selatan berada di Desa Ranca Labuh (Kecamatan Kemiri) dan sebelah utara di Desa Cirumpak (Kecamatan Kronjo). Samudi menyebutkan, seandainya biaya perawatan irigasi tersier ini bisa memakai Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBdesa) Legok Sukamaju. Menurutnya, dia akan mencari orang untuk memelihara dengan upah yang dibebankan melalui anggaran tersebut. Ini bertujuan agar membantu dinas terkait dalam hal pemeliharaan irigasi tersier Cipagedangan. Sementara itu, Sekretaris Camat Kemiri Yati Nurulhayat mengatakan, APBDesa tidak bisa digunakan untuk membiayai perawatan irigasi tersier Cipagedangan. Kewengan pembiayaan pemeliharaan irigasi ini ada di DBMSDA Kabupaten Tangerang. Dalam hal ini, sambungnya, APBDesa hanya membiaya pemeliharaan dan pembangunan saluran air di lingkungan saja atau disebut saluran pembuangan air limbah (SPAL).(mg-2)
Irigasi Cipagedangan Dikeruk
Kamis 08-03-2018,08:43 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,21:54 WIB
Pemkab Serang Beri Tambahan Modal PDAM Rp2 M, BPR Diberi Gedung Baru
Rabu 04-11-2026,21:57 WIB
BAZNAS Luncurkan Program Bersama Membangun Masjid
Rabu 04-11-2026,21:44 WIB
Target Rp2,94 Triliun Terancam, Sektor Pajak Kendaraan Tangsel Jeblok
Rabu 04-11-2026,21:17 WIB
Diduga Serangan Jantung, Pemotor Tewas di Pamulang
Rabu 04-11-2026,21:50 WIB
Kasus Dugaan Korupsi PT ABM, Dirut Serahkan Sepenuhnya ke Kejati
Terkini
Kamis 05-11-2026,21:07 WIB
DPKD Pastikan Perpustakaan Sekolah Terakreditasi
Kamis 05-11-2026,21:06 WIB
Camat Karawaci Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Kamis 05-11-2026,21:03 WIB
Gerkatin Dorong Baznas Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas
Kamis 05-11-2026,20:58 WIB
Bakar Sampah, 40 Ekor Ayam Terpanggang
Kamis 05-11-2026,20:55 WIB