Benteng Cisadane Kids Championship 2, Cetak Pesilat Cilik Berkarakter

Minggu 18-10-2026,21:04 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Miladi Ahmad

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kejuaraan Silat Benteng Cisadane Kids Championship 2 tingkat nasional menjadi ajang pembinaan pesilat usia dini sekaligus upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Mal Balekota, Kota Tangerang, Jumat (16/10/2026).

Sachrudin mengatakan, kejuaraan ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pesilat cilik untuk mengembangkan bakat dan mengukur kemampuan, tetapi juga membentuk mental bertanding, kedisiplinan, serta sportivitas sejak dini.

“Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi keberanian untuk bertanding, kedisiplinan dalam berlatih, dan sikap menghormati lawan juga merupakan kemenangan yang tidak kalah berharga,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, pencak silat tidak sebatas olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda. Berbagai nilai luhur, seperti keberanian, pengendalian diri, persaudaraan, dan tanggung jawab, perlu ditanamkan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak baik.

Ia menegaskan, pembinaan atlet usia dini tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali. Proses latihan dan kompetisi harus menjadi sarana untuk membangun karakter, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai.

“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kuat secara fisik, matang dalam bersikap, dan memiliki karakter yang baik. Karena itu, pembinaan pesilat tidak cukup hanya berorientasi pada medali, tetapi juga harus membentuk pribadi yang disiplin, sportif, dan mampu menghargai sesama,” tegasnya.

Sachrudin menambahkan, melahirkan atlet berprestasi membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Konsistensi latihan, dedikasi pelatih, dukungan keluarga, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi atlet sejak usia dini.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk menyerah. Sebaliknya, setiap pertandingan harus dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk mengevaluasi kemampuan dan meningkatkan kualitas diri.

“Jangan sampai anak-anak hanya didorong untuk mengejar medali. Mereka juga perlu dibimbing untuk memahami arti sportivitas, menghargai lawan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Dari proses itulah mental juara dibentuk,” katanya.

Kepada seluruh peserta, Sachrudin berpesan agar bertanding dengan percaya diri, menunjukkan kemampuan terbaik, serta mematuhi arahan pelatih dan wasit. Ia berharap kejuaraan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para pesilat cilik untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk hadir memberikan dukungan kepada para atlet muda yang berlaga. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menambah semangat peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pencak silat.

“Ayo, merapat ke Mal Balekota dan saksikan aksi para pendekar cilik! Semoga dari gelanggang ini lahir pesilat berprestasi yang mengharumkan nama Kota Tangerang maupun Indonesia, menjun­jung sportivitas, dan melestarikan budaya bangsa,” tutup­nya. (mg-9/mol)

Kategori :