Perumda Tirta Benteng Santuni Penyandang Disabilitas
Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan santunan kepada penyandang disabilitas pada HUT ke 31 Perumda Tirta Benteng, Jumat (16/10). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang menggelar kegiatan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 30 penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan kota yang inklusif.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Jumat (16/10). Kegiatan ini melibatkan BPK OI Kota Tangerang dan Yayasan Arrisatul Hidayah, Kecamatan Benda.
Penyerahan bantuan dihadiri Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, dan Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) Perumda Tirta Benteng. Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat.
“Mudah-mudahan yang diberikan ini ada manfaat bagi anak-anak kita dan bisa mengurangi beban para orang tuanya,” ujar Sachrudin saat diwawancarai, Jumat (16/10).
Menurutnya, kepedulian terhadap penyandang disabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga tertentu. Seluruh lapisan masyarakat perlu turut berperan dalam membangun budaya berbagi dan memberikan dukungan kepada kelompok yang membutuhkan.
“Ini adalah bentuk kepedulian yang memang harus kita tumbuh kembangkan, bukan hanya oleh pemerintah atau sebuah lembaga, tapi semua lapisan masyarakat untuk sama-sama berbagi,” katanya.
Sachrudin juga mengapresiasi penampilan tarian yang dibawakan anak-anak penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penampilan itu menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pembinaan serta kesempatan yang memadai.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya mendorong pembangunan inklusif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan dunia usaha.
“Anak-anak penyandang disabilitas juga punya potensi. Ketika kita bina, kita didik, potensi itu bisa muncul, seperti yang tadi kita lihat bersama. Oleh karenanya, saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk membangun kota ini secara inklusif,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Sachrudin menyebut Pemkot Tangerang telah mendorong penerapan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.
Selain pendidikan, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui program Gampang Kerja. Upaya tersebut dilakukan, antara lain, melalui pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang turut membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja.
Sachrudin mencontohkan, dalam salah satu penempatan tenaga kerja di jaringan ritel Indomaret, terdapat lima penyandang disabilitas yang berhasil direkrut.
“Program Gampang Kerja ini juga kita lakukan secara inklusif melalui kegiatan job fair. Kita sudah bisa merekrut teman-teman penyandang disabilitas di beberapa titik pekerjaan, termasuk di Indomaret, satu titik saja ada lima orang,” ungkapnya.
Sumber:
