Sachrudin: Budaya Bersih Bukan Demi Adipura
Wali Kota Tangerang Sachrudin saat diwawancarai Tangerang Ekspres di Kecamatan Karawaci, Senin (19/10). (Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Pemerintah Kota Tangerang tak ingin kebersihan lingkungan hanya menjadi agenda musiman demi mengejar penghargaan Adipura. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, penghargaan hanyalah bonus, sedangkan target utama pemerintah adalah membangun budaya bersih, sehat, tertib, dan indah yang tumbuh sebagai kebiasaan masyarakat. Tantangannya, memastikan komitmen tersebut berjalan konsisten, bukan hanya ketika penilaian berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Sachrudin saat meninjau wilayah Kecamatan Karawaci, Senin (19/10). Ia menekankan, upaya menjaga kebersihan kota harus menjadi pekerjaan rutin yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat di tingkat lingkungan.
“Targetnya bagaimana membangun budaya bersih, budaya sehat, budaya tertib, dan budaya indah bersama-sama. Kalau dalam pelaksanaan lomba Adipura kemudian mendapat yang terbaik, itu bonusnya,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, kebersihan dan keindahan kota tidak bisa dibangun secara instan menjelang penilaian. Pemerintah perlu memastikan pembinaan kewilayahan berlangsung berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur agar mampu menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Kegiatan-kegiatan ini kita lakukan bukan hanya sebatas saat-saat penilaian. Kita memang sudah lakukan setiap hari, setiap saat, bagaimana kebersihan, ketertiban, dan keindahan ini menjadi kebiasaan dan budaya,” katanya.
Sachrudin meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga pengurus RT/RW memperkuat koordinasi dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menangani seluruh persoalan kebersihan tanpa keterlibatan aktif warga.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan penataan fisik. Kesadaran masyarakat dan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Salah satu upaya yang didorong adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kerja bakti, pembersihan saluran air, dan perawatan drainase bukan sekadar kegiatan menjaga lingkungan, tetapi juga langkah mencegah penyumbatan yang dapat memicu genangan.
“Gotong royong bukan persoalan bagaimana kita menjaga kebersihan semata, misalnya dengan kerja bakti bersama-sama atau membersihkan gorong-gorong dan drainase. Tapi lebih dari itu, ada silaturahmi dan kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan individu, keluarga, maupun lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Karawaci Achmad Zuldin Syafii mengatakan, momentum penilaian Adipura dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antar-OPD dan jajaran kewilayahan dalam meningkatkan kualitas kebersihan serta keindahan lingkungan.
Pada hari pertama pemantauan, Sachrudin meninjau Bank Sampah Induk di sekitar Terminal Cimone, Kecamatan Karawaci. Dalam kunjungan tersebut, muncul sejumlah masukan terkait penataan lingkungan dan tempat penyimpanan sampah yang dinilai perlu dibenahi.
Pembenahan juga menjadi perhatian di sejumlah lokasi yang masuk penilaian, antara lain tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), Bank Sampah Induk, dan Kampung Proklim. Pemerintah kecamatan bersama OPD, masyarakat, dan pengelola lokasi didorong memastikan kawasan tersebut terawat secara berkelanjutan.
Achmad menegaskan, keterlibatan seluruh perangkat daerah dibutuhkan agar pemantauan tidak berhenti pada pemeriksaan sesaat, tetapi berlanjut menjadi upaya perbaikan lingkungan.
“Semua OPD diharapkan bisa turun tangan, bersinergi dengan kewilayahan untuk melakukan pemantauan serta meningkatkan kualitas kebersihan, keindahan, dan kesadaran terhadap kondisi kebersihan di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Sumber:
