Benyamin kemudian memberikan gambaran melalui selembar kertas kosong. Ia mengatakan, kertas kosong tidak memiliki nilai jika tidak diisi dengan sesuatu yang bermakna. Namun, kertas yang sama dapat memiliki nilai ketika diisi dengan tulisan Al Quran maupun ilmu pengetahuan.
"Kalau kertas kosong ini kita isi dengan ilmu pengetahuan, maka kertas ini memiliki nilai. Jadi, jangan menjadi kertas kosong," katanya.
Ia meminta para pelajar menjadikan kejujuran, kepintaran, kesopanan, rasa hormat kepada orang tua, serta ilmu pengetahuan sebagai nilai dalam diri. "Jadilah orang yang memiliki nilai, memiliki ilmu, memiliki pengetahuan, dan memiliki kebaikan, sehingga kalian dihargai oleh orang lain," pesannya.
Benyamin menegaskan, masa depan para remaja sangat panjang dan keputusan mengenai bagaimana kehidupan tersebut akan diisi berada pada diri masing-masing. "Setiap jam, setiap detik, setiap menit, dan setiap tahun adalah sesuatu yang sangat berharga. Mau diisi dengan apa kehidupan kalian, tergantung kalian. Semua keputusannya ada di tangan kalian, karena kalianlah yang menjadi pemimpin bagi diri kalian sendiri," tutupnya. (bud/esa)