BJB

KKMP Baru 27, 67 Terkendala Lahan

KKMP Baru 27, 67 Terkendala Lahan

Salah satu gedung KKMP Kelurahan Unyur Kota Serang yang sudah terbangun. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pembangunan Koperasi Ke­lurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Se­rang belum berjalan merata. Dari 67 ke­lu­rahan yang menjadi sasaran, baru 27 lo­kasi yang masuk tahap pembangunan fisik.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, Marta Satria Subing mengatakan, persoalan lahan menjadi hambatan utama dalam merealisasikan pembangunan KKMP di seluruh kelurahan.

Menurutnya, dari 27 lokasi yang telah di­bangun, sebanyak 13 titik sudah me­nyelesaikan pekerjaan fisik. Sedangkan 14 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan capaian antara 10 hingga 30 persen.

“Kalau untuk pembangunan fisik dari 67 KMP di Kota Serang itu pembangunan saat ini sudah menginjak angka 27 titik,” kata Marta, Minggu (20/9).

Di sisi lain, aktivitas koperasi ternyata telah dimulai di sejumlah wilayah meskipun pembangunan gerai belum seluruhnya selesai. Tercatat sekitar 30 KKMP telah ber­operasi, tetapi kegiatan terse­but belum berlangsung secara konsisten.

Marta menjelaskan, kondisi itu salah satunya dipengaruhi ketersediaan barang subsidi yang disalurkan melalui Bulog. Pasokan yang belum stabil membuat koperasi belum dapat menjalankan kegiatan usaha secara rutin.

“Untuk operasional fisik se­kalipun beberapa KMP itu belum memiliki gerai, itu su­dah ada beberapa yang sudah beroperasional. Itu jumlahnya 30 KMP yang sudah ber­operasional. Cuman me­mang sifatnya belum rutin,” ujarnya.

Sementara itu, masih ada 40 kelurahan yang belum dapat memasuki tahap pem­bangunan. Pemkot Serang bersama unsur kewilayahan masih melakukan inventarisasi dan pencarian lahan yang sesuai untuk lokasi KKMP.

Lahan yang dibutuhkan tidak hanya harus tersedia, tetapi juga wajib memenuhi sejum­lah persyaratan teknis. Marta menyebut, beberapa lokasi yang ditemukan memiliki luas di bawah ketentuan atau tidak mempunyai akses jalan yang memadai.

“Untuk yang 40 titik yang belum memiliki lahan, kami ini sebetulnya sudah memak­simalkan di lapangan mencari lahan-lahan milik Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Pro­vinsi Banten maupun kemen­terian atau BUMN,” ungkapnya.

Pemkot Serang juga telah meminta dukungan Pe­me­rintah Provinsi Banten untuk membantu penyediaan lahan. Permohonan tersebut telah disampaikan Wali Kota Serang kepada Gubernur Banten sekitar satu bulan lalu.

Namun, sampai saat ini belum terdapat kepastian me­ngenai kemungkinan du­kungan anggaran dari Pem­prov Banten untuk pengadaan lahan KKMP di Kota Serang pada 2027. “Pak Wali sudah mengajukan permohonan kepada Pak Gubernur untuk diberikan bantuan dalam hal pengadaan lahan,” katanya.

Marta menegaskan, kesiapan lahan menjadi faktor penentu agar pembangunan dapat dilanjutkan. Apabila lokasi sudah tersedia dan memenuhi ketentuan, pihak pelaksana disebut siap menjalankan pembangunan.

“Kalau misalnya sudah ada lahan, sebenarnya Agrinas sudah siap melakukan pem­ba­ngunan. Karena tidak ada lahan, atau ada lahan tapi tidak memenuhi persyaratan, ya akhirnya di-pending pem­bangunan,” tandasnya.

Sumber: