TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Dinas Kesehatan Kota Tangsel menggelar Kampanye dan Pergerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat dengan tema kesehatan mental pada remaja di SMAN 1 Kota Tangsel, Jumat (18/9).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Lilis Suryani mengatakan, remaja merupakan calon generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, Pemkot Tangsel terus berupaya mendorong lahirnya generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan mampu membawa daerah menjadi lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie hadir bersama sekitar 500 peserta. Seluruh peserta juga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang nantinya dapat dilanjutkan melalui layanan di puskesmas.
"Semoga seluruh peserta dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap menjaga kesehatan mental, sehingga tumbuh menjadi remaja-remaja yang berkualitas," ujarnya, Jumat (18/9).
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kesehatan mental sangat penting bagi remaja karena berada dalam masa transisi menuju kedewasaan. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi remaja saat ini adalah penggunaan telepon seluler secara berlebihan.
Kebiasaan tersebut dapat mengganggu waktu istirahat dan berdampak pada konsentrasi saat mengikuti pembelajaran di sekolah. "Kadang-kadang kita melihat anak-anak di sekolah mengikuti kegiatan dengan baik. Masuk kelas, memberi salam kepada guru, mengikuti pembelajaran. Tetapi ketika pulang ke rumah, bermain handphone berlebihan," ujarnya.
Benyamin juga mengingatkan para remaja agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang tidak jelas dapat menimbulkan ketakutan dan memengaruhi kondisi psikologis anak.
Karena itu, Benyamin meminta para pelajar mengisi masa remajanya dengan kegiatan positif, terutama belajar dan menambah pengetahuan.
Ia mengingatkan, para pelajar masih memiliki perjalanan hidup yang panjang. Karena itu, setiap waktu yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun persahabatan, serta melakukan hal-hal yang bermanfaat.
"Kalau Allah memberikan umur panjang kepada kalian, masih ada puluhan tahun kehidupan yang bisa dijalani. Persoalannya, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, mau kalian isi dengan apa?", tambahnya.
Benyamin juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru. Sebab, orang tua telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika pernah mengunjungi Polsek Ciputat Timur dan melihat seorang remaja yang harus berurusan dengan hukum karena terpengaruh ajakan teman untuk melakukan tawuran.
Remaja tersebut sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk belajar di rumah teman. Namun, ternyata ia ikut berkumpul dengan kelompok lain hingga terlibat dalam aksi yang menyebabkan seorang warga menjadi korban.
"Semua itu terjadi karena dia terpengaruh dan tidak mampu berpikir secara jernih. Masa depannya menjadi tidak jelas dan proses belajarnya terputus," jelasnya.
Menurut Benyamin, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi para remaja agar mampu menata diri dan memilih lingkungan pergaulan dengan baik. "Kalian sedang berada dalam masa transisi. Kalian sudah remaja, tetapi belum dewasa. Masih banyak dinamika yang kalian hadapi, baik persoalan di sekolah, dengan teman, maupun dengan orang yang kalian sukai. Maka sekarang kita harus belajar menata diri sendiri," tuturnya.