Satgas Minta SPPG Citasuk Tingkatkan Pelayanan

Senin 31-08-2026,21:32 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citasuk di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang kini sudah beroperasi kembali yang sebelumnya sempat dihentikan sementara (suspend) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selama tiga bulan.

SPPG Citasuk ini di-suspend karena adanya dugaan keracunan yang dialami siswa beberapa waktu lalu, yang membuatnya tidak melayani Makan Bergizi Gratis (MBG) ke penerima manfaat.

Mengetahui sudah beroperasi, Ketua Satgas Pengawasan SPPG Kabupaten Serang Najib Hamas melakukan pemantauan langsung ke SPPG Citasuk, Kecamatan Padarincang, Senin (31/8). 

Najib meminta, SPPG Citasuk dapat kembali untuk meningkatkan pelayanan kepada penerima manfaat MBG serta menjaga Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan supaya tidak kembali di-suspend.

"Saya sudah tiga kali ke SPPG Citasuk ini, saat ini sudah beroperasi lagi kembali melayani penerima manfaat sejak awal Agustus, saya minta tetap jaga SOP-nya supaya tidak lagi suspend," katanya kepada wartawan di lokasi kunjungan.

Dikatakan Najib, saat ini masih ada dua SPPG di Kabupaten Serang yang masih di-suspend. Keduanya belum memperbaiki kesalahannya. 

"Masih ada yang di-suspend, kita lakukan pengawasan supaya mereka cepat selesaikannya, kita pastikan semua dapur MBG di Kabupaten Serang bisa 100 persen operasional dan melayani masyarakat dan kita harapkan tidak ada lagi yang di-suspend," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Citasuk Muhamad Harun Hadiatna mengatakan, SPPG-nya sudah kembali beroperasi sejak 18 Agustus kemarin, karena sudah menyelesaikan permasalah yang dialaminya.

Ada sekitar 2.220 penerima manfaat yang dilayani diantaranya ada di delapan sekolah, yang sebelumnya sempat tidak terlayani sekitar kurang lebih dua bulan karena dihentikan. 

"Alhamdulillah kami sudah melakukan pembenahan fasilitas, dan sekarang kita sudah beroperasi kembali, semoga kedepannya juga tidak ada apa-apa," katanya.

Disinggung penyebab terjadinya keracunan pada beberapa bulan lalu, kata Harun, setelah dicek laboratorium hasilnya negatif baik laboratorium dari pihak SPPG maupun sekolah. 

Sehingga dirinya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dari keracunan tersebut. Namun pihaknya terus melakukan evaluasi baik dari sisi dapur, infrastrukturnya, relawan, manajemen, hingga penerima manfaatnya.

"Kita terus lakukan evaluasi supaya kejadian yang telah lalu tidak terulang lagi, kita sosialisasikan ke masyarakat, perkuat relawan-relawan kita serta meningkatkan SOP yang sudah ditentukan oleh BGN," ujarnya. (agm/tnt)

Kategori :