BJB

Sasar Sekolah Gratis, Banten Resmikan 7 Sekolah Baru

Sasar Sekolah Gratis, Banten Resmikan 7 Sekolah Baru

MERESMIKAN: Gubernur Banten Andra Soni resmikan secara daring 7 unit sekolah baru untuk tingkatkan APM dan APK di SMAN 33 Kabupaten Tangerang, Sepatan, Senin (31/8).(Zakky Adnan/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Provinsi Banten resmi mengoperasikan tujuh Unit Sekolah Baru (USB) demi memperluas akses pendidikan gratis. Peresmian yang dipimpin langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni secara daring di SMAN 33 Kabupaten Tangerang, Senin (31/8), menjadi langkah awal untuk menampung 1.356 peserta didik baru di tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH).

Pembangunan fasilitas baru ini menjadi langkah konkret Pemprov Banten dalam merespons peningkatan indikator pendidikan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SMA/SMK/sederajat di Banten naik dari 63,5 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) turut melonjak 3,55 poin persentase, dari 79,42 persen menjadi 82,97 persen.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa capaian statistik tersebut menunjukkan makin banyaknya anak-anak di Banten yang mendapatkan hak pendidikan secara layak. Namun, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri mengingat masih ada tantangan partisipasi sekolah yang harus dituntaskan.

“APM 65,28% dan APK 82,97% berarti masih ada ruang besar yang harus kita tingkatkan. Angka-angka ini menjadi alasan bagi Pemprov Banten untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan, mulai dari penambahan sekolah baru hingga optimalisasi program sekolah gratis,” ujar Andra Soni saat memberikan sambutan.

Salah satu sorotan utama dalam perluasan fasilitas pendidikan ini adalah tantangan pengadaan lahan, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang. Mengingat tingginya urgensi kebutuhan sekolah di wilayah tersebut, Pemprov Banten mendorong skema kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam penyediaan lahan.

Selain penambahan unit fisik, Pemprov Banten terus memperkuat keterjangkauan akses belajar melalui Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKH swasta. Pada tahun pertama pelaksanaan (2025), program ini telah membiayai 60.705 siswa yang tersebar di 800 sekolah se-Provinsi Banten dan diproyeksikan terus meningkat pada 2026 seiring bertambahnya cakupan angkatan peserta didik.

Melalui komitmen perluasan akses, sinergi lintas sektor, serta keterbukaan informasi publik terkait kinerja infrastruktur, Pemprov Banten optimistis mampu mencetak generasi unggul yang berdaya saing menuju Banten yang maju, adil dan merata.

Di tempat yang sama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten atas diresmikannya gedung baru SMAN 33 Kabupaten Tangerang di Kecamatan Sepatan.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menegaskan, meski secara kewenangan pengelolaan SMA dan SMK berada di bawah Pemprov Banten, penerima manfaat utamanya tetaplah warga Kabupaten Tangerang, khususnya masyarakat Sepatan dan Pasar Kemis.

“Secara Undang-undang, SMAN dan SMKN memang kewenangan Provinsi Banten. Namun rakyatnya, yang bersekolah di sini, adalah masyarakat Kabupaten Tangerang. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang konsisten fokus memajukan dunia pendidikan,” ujar Maesyal Rasyid.

Selain pembangunan fisik, Bupati Tangerang menyambut hangat program sekolah gratis bagi jenjang SMA, SMK, dan Aliyah swasta yang dicanangkan Pemprov Banten. Program tersebut tercatat memberikan akses pendidikan gratis bagi sekitar 24.000 siswa di wilayah Kabupaten Tangerang.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang yang juga telah membebaskan biaya pendidikan untuk tingkat SD dan SMP. Pemkab Tangerang berprinsip untuk saling mendukung dan berlomba-lomba dalam kebaikan demi kesejahteraan serta peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam mengoptimalkan pembangunan fasilitas sekolah, Pemkab Tangerang aktif berkolaborasi menyediakan lahan tidak produktif milik daerah untuk diserahkan ke Pemprov Banten. Sinergi hibah lahan ini telah dan sedang berjalan di beberapa lokasi strategis antara lain, fasilitas SMA/SMK di wilayah Cisauk, penyiapan lahan Pemkab untuk pembangunan SMK/SMA di Sindang Jaya dan Teluknaga.

Pemkab Tangerang turut mengajukan pemanfaatan lahan milik Pemprov Banten seluas 1 hektar untuk pembangunan gedung SD dan SMP baru. Maesyal Rasyid menekankan, akses pendidikan adalah kunci utama kemajuan daerah maupun nasional. “Bohong kalau daerah atau bangsa bisa maju tanpa sekolah. Anak-anak kita harus sekolah supaya pintar, cerdas dan menjadi SDM unggulan yang mampu menggapai cita-citanya,” pungkasnya.(zky)

Sumber: