BJB

Tandon Sumur Karang Kronjo Mengering, Petani Terancam Terpaksa Nganggur

Tandon Sumur Karang Kronjo Mengering, Petani Terancam Terpaksa Nganggur

Tandon Sumur Karang Kronjo Mengering, Petani Terancam Terpaksa Nganggur-Zakky Adnan/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, KRONJO - Musim kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Salah satu dampaknya dirasakan langsung oleh para petani di Kecamatan KRONJO.

Menyusutnya debit air hingga mengeringnya fasilitas penampungan air Tandon Sumur Karang Kronjo membuat masa depan musim tanam berikutnya dipenuhi ketidakpastian.

Seorang petani setempat, Pak Naran menyampaikan keluh kesahnya usai melakukan proses ngebot atau merontokkan bulir padi hasil panen musim ini.

Meski saat ini ia masih bisa memanen hasil tanam yang dimulai sejak bulan Mei lalu, ia mengaku bingung dengan nasib garapannya setelah ini.

"Kemarin nanam bulan Mei masih ada air. Sekarang habis panen (ngebot), biasanya kita istirahat dulu jeda sebulan sebelum nandur (nanam) lagi," ujar Pak Naran saat ditemui di sekitar kawasan Tandon Sumur Karang Kronjo, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menambahkan, apabila dalam jeda waktu sebulan ke depan pasokan air tidak kunjung ada, maka para petani dipastikan tidak dapat melanjutkan aktivitas berbudidaya tanaman padi.

"Harapannya ya kalau ada air lagi bisa nanam. Tapi kalau enggak ada air, ya udah enggak bisa nanam, nganggur aja begini," kata Pak Naran dengan nada pasrah.

Menurutnya, kondisi kekeringan separah ini pada saat musim panen baru pertama kali ia alami.

Berdasarkan pantauan di lokasi, prasasti tandon mencatat Tandon Sumur Karang Kronjo dibangun pada Tahun Anggaran 2009-2010 oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman.

Fasilitas yang semestinya menjadi pasokan air irigasi vital bagi sawah-sawah warga kini berubah menjadi hamparan tanah kering retak dan ditumbuhi rumput liar.

Kondisi tandon yang mengering ini menuntut adanya perhatian cepat serta solusi konkret dari pemerintah terkait, seperti penyediaan bantuan sarana pompa air maupun normalisasi saluran irigasi, agar para petani tidak sampai kehilangan mata pencaharian dalam jangka waktu yang panjang. (zky/apw)

Sumber: