Sekolah Diminta Kelola Anggaran PSG dengan Baik

Selasa 21-07-2026,21:16 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni terus mengingatkan kepada kepada sekolah untuk dapat mengelola anggaran Program Sekolah Gratis (PSG) dengan baik, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.

Andra mengatakan, program prioritas Pemprov Banten ini harus berjalan dengan baik, sesuai dengan arah dan tujuan guna memperluas akses pen­didik­an yang merata, meri­­­ngankan beban ekonomi ke­luar­ga, dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

”Para guru harus dapat me­nge­lola anggaran program ini secara transparan dan akun­­tabel sesuai regulasi yang ber­laku,” katanya, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan, seiring ber­tambahnya jumlah siswa, fa­silitas penunjang belajar juga harus terus ditingkatkan guna mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, dan adaptif dalam memecahkan masalah.

Dalam beberapa kesempatan Gubernur Banten, Andra Soni juga terus melakukan penin­jauan terhadap sekolah-seko­lah yang mengikuti PSG, salah satunya SMK PGRI Pan­deg­lang, belum lama ini. 

Dalam kesempatan itu, Andra membagikan kisah ma­sa lalunya yang penuh ke­terbatasan. Ia berharap tidak ada lagi anak di Banten yang putus sekolah atau terhambat masa depannya karena kendala biaya.

”Saya sejak SD, SMP, hingga SMA pernah merasakan ter­lam­bat membayar uang seko­lah dan dipanggil ke ruang Tata Usaha (TU). Secara men­tal tentu sedih. Saya juga punya teman yang ijazahnya tertahan hingga sudah memiliki tiga anak dan bekerja. Kekhawa­tiran tidak boleh ikut ulangan atau ijazah ditahan inilah yang menjadi dorongan kuat bagi saya untuk meluncurkan Program Sekolah Gratis di Provinsi Banten,” ujarnya.

Andra berpesan agar para siswa memanfaatkan kesem­patan ini dengan belajar sung­guh-sungguh, menghormati guru, dan menjaga nama baik sekolah. Ia juga menegaskan agar para siswa menghindari aksi tawuran dan bijak dalam menggunakan media sosial.

”Pemerintah membiayai anak-anak untuk bersekolah, bukan untuk tawuran. Aktua­lisasikan diri kalian melalui kegiatan positif seperti olah­raga atau Pramuka. Berhati-hatilah dalam bermedia sosial, jangan mudah terpengaruh tren atau FOMO (fear of mis­sing out),” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI Pandeglang Lili Kholili, mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2024/2025 sebe­lum program berjalan, seko­lahnya hanya mampu menja­ring 100 siswa baru. Namun, setelah Program Sekolah Gra­tis diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah pendaftar meningkat pesat hingga dibuka lima kelas atau rombongan belajar (rombel) dengan total 180 siswa.

”Bahkan, tidak semua pen­daftar dapat kami terima karena keterbatasan ruang kelas. Puncaknya pada tahun ajaran 2026/2027 ini, berkat adanya renovasi ruang kelas, kami siap menampung hingga delapan rombongan belajar,” katanya.

Lili menjelaskan, melalui program ini, orang tua siswa kini hanya perlu memikirkan biaya seragam sekolah. Se­mentara itu, seluruh biaya operasional dan uang sekolah sudah sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Banten. Bantuan dana institusi swasta pun me­ningkat dari yang sebelumnya hanya mengandalkan SPP sebesar Rp100.000 per siswa, kini menjadi Rp200.000 per siswa melalui skema program tersebut.

”Pengelolaannya mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 15 Tahun 2025 yang meliputi delapan standar nasional pen­didikan. Untuk sekolah swasta, dana ini dialokasikan untuk komponen gaji guru, kegiatan siswa, serta peme­liharaan bangunan gedung,” paparnya. (mam)

Kategori :