Program RTLH Menurun, Pemprov Andalkan Dana Bantuan
Gubernur Banten, Andra Soni, meninjau pembangunan bantuan renovasi RTLH bagi tiga keluarga di Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Rabu (3/9). (PEMPROV BANTEN FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Program bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemprov Banten mengalami penurunan, namun program untuk warga kurang mampu ini akan bertambah dengan mengandalkan dana bantuan.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan program yang bersumber dari APBD Banten lewat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) tahun ini hanya 87 unit. Hal ini dikarenakan berkurangnya APBD Banten tahun ini.
Meski begitu, Pemprov Banten tengah mengandalkan dana bantuan dari sumber pembiayaan lain. Mulai dari Pemerintah Pusat, hingga tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, hingga bantuan pemerintah negara asing.
"Kita banyak program lainnya jadi tidak hanya di Perkim (DPRKP). APBD Pemprov Banten tahun kemaren kan hampir Rp12 triliun sekarang kan Rp10,27 Triliun nah itu yang menyebabkan berkurang efisiensi efektivitas," katanya, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan, salah satu bantuan yakni berasal dari Pemerintah Pusat dengan jumlah pembangunan 250 rumah melalui apresiasi program 3 juta rumah.
"Jadi dengan digabung dengan Perkim saja sudah 337 rumah RTLH," ujarnya.
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten juga turut menyumbang program pembangunan rumah layak huni. Ia menyebut dari berbagai sumber bantuan, maka program RTLH di Banten menyentuh hingga 1.000 unit.
"Tambah lagi Baznas ya hampir 1.000-an lah rata-rata setiap tahunnya," jelasnya.
Tak hanya itu, Dimyati mengaku program pembangunan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Qatar sebanyak 50 unit rumah untuk masyarakat kurang mampu.
Rumah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar satu hektare dengan harga rumah yang berkisar menyentuh harga Rp200 juta.
"Tanahnya dihibahkan oleh Bu Irna menghibahkan tanah sebanyak 1 hektare kurang lebih untuk rumah orang miskin dibangun 50 rumah harga rumahnya lumayan mahal itu satu rumah kurang lebih hampir Rp200 juta satu rumah," jelasnya.
Wagub berharap, dengan bantuan dari pemerintah negara asing ini dapat membantu Pemerintah Indonesia, khususnya dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu di Banten.
"Duta besar Qatar dekat dengan saya dan saya minta bantuannya jadi insyallah pemerintah Qatar pun bantu pemerintah Indonesia khususnya Banten," jelasnya.
Di tempat berbeda, Gubernur Banten Andra Soni, meninjau penyaluran bantuan renovasi RTLH bagi tiga keluarga di Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Melalui program tersebut, warga kini dapat menempati hunian yang layak dan nyaman.
Sumber:
