BJB

Dapur SPPG Kembalikan Pasokan Bahan

Dapur SPPG Kembalikan Pasokan Bahan

Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni meninjau pelaksanaan penyaluran MBG untuk balita di salah satu Puskesmas di Provinsi Banten, belum lama ini.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten dihentikan sementara dan mendorong sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengembalikan stok bahan baku ke pihak suplier.

Hal ini imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang memaksa sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Banten, Asep Rohiyan, menjelaskan bahwa retur bahan makanan dila­kukan demi mencegah ko­moditas pangan menjadi busuk dan terbuang sia-sia. Pengembalian ini disepakati melalui koordinasi langsung antara pengelola dapur dan penyedia barang.

"Kondisi force majeure (ke­adaan memaksa-red) ini me­nuntut penyesuaian pena­nganan bahan baku. Ko­moditas yang memungkinkan untuk diretur dikembalikan ke supplier agar ada pengem­balian dana (refund-red), sehingga pasokan tidak terbuang mubazir," katanya, Selasa (8/9).

Tak hanya itu, sebagian stok bahan pangan segar yang ada di SPPG juga didistribusikan ke masyarakat, seperti panti asuhan, pondok pesantren, hingga warga sekitar. Pe­manfaatan tersebut wajib dilindungi dengan berita acara resmi sebagai bentuk akun­tabilitas.

"Kami juga terima laporan dari rekan SPPG juga ada yang membagikan ke masyarakat, panti asuhan, pondok pe­santren agar tidak mubazir," ujarnya.

Penundaan layanan MBG yang berlangsung sejak Senin hingga Rabu ini merupakan bagian dari instruksi BGN Pusat untuk daerah terdampak bencana alam, termasuk beberapa wilayah di Lampung dan Jawa Barat. Penghentian layanan tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga kelompok rentan lain seperti balita, ibu hamil, ibu me­nyusui, serta anak tidak se­kolah demi menghindari risiko kesehatan.

"Mengingat rambu-rambu bahaya dari pemerintah se­tempat tidak menyarankan MBG karena khawatir ada risiko kesehatan yang meng­ganggu penerima manfaat," jelasnya 

Selama periode PJJ ini, kata Asep kegiatan operasional memasak di SPPG dialihkan penuh untuk perawatan fasilitas serta pembersihan area dapur.

Sementara itu, BGN Regional Banten masih merangkum data pasti jumlah penerima manfaat yang ter­dampak karena adanya pe­nyesuaian status operasional di beberapa unit dapur.

"Hanya memang perlu ada penyesuaian terkait aktivitas di SPPG yang seharusnya melakukan pendistribusian jadi berfokus pada penjagaan fasilitas dan kebersihan dapur karena pasti kotor juga jadi dibersihkan di luar maupun di dalamnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Dindikbud Banten telah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan PJJ ini diberlakukan selama tiga hari, terhitung sejak 7 hingga 9 September, guna mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan para siswa mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga SKH di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten belajar secara daring dari rumah. Namun khusus para pendidik tetap beraktivitas dari fasilitas sekolah masing-masing.

"Kalau untuk gurunya saya rasa masih di sekolah ya, karena absennya di sekolah. Jadi, saya berharap guru-guru tetap mengajar di sekolah," katanya.

Sumber: