BJB

Sidak PJJ, Kadindikbud Pastikan KBM Tetap Berjalan

Sidak PJJ, Kadindikbud Pastikan KBM Tetap Berjalan

Kadindikbud Kota Serang Ahmad Nuri meninjau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SDN 02 dan SMPN 3 Kota Serang, Selasa (8/9). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kepala Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Ka­dindikbud) Kota Serang Nuri meninjau pelaksanaan Pem­belajaran Jarak Jauh (PJJ) di SDN 02 dan SMPN 3 Kota Se­rang, Selasa (8/9). Penin­jauan dila­kukan untuk memas­tikan ke­giatan belajar menga­jar (KBM) tetap berjalan efektif di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Nuri mengatakan, hasil pe­ninjauan menunjukkan pelak­sanaan PJJ di SDN 02 dan SMP 3 Kota Serang berjalan efektif. Ia juga memastikan guru tetap menjalankan tugas dan siswa mengikuti proses pem­bela­jaran meski kegiatan dilakukan secara daring dari rumah.

"Kita ingin memastikan bahwa proses PJJ atau KBM daring berjalan efektif. Ter­nyata, alhamdulillah, di SDN 02 berjalan efektif dan tadi sudah dibuktikan serta di­saksikan langsung," kata Nuri.

Menurut Nuri, penerapan PJJ tidak boleh dipahami se­bagai libur sekolah. Guru dan siswa tetap melaksanakan proses belajar sesuai jadwal. PJJ di Kota Serang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan materi menye­suai­kan mata pelajaran m­a­sing-masing.

"Kita ingin memastikan bah­wa ketika ada kebijakan PJJ, publik jangan berpersepsi bahwa ini libur bagi siswa maupun orang tua. Ini tetap merupakan proses belajar, yaitu proses pembelajaran melalui daring," ujarnya.

Nuri mengatakan metode pembelajaran dapat dise­suai­kan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Namun, guru tetap diminta memperhatikan kebutuhan peserta didik dan rombongan belajar agar pembelajaran berjalan efektif.

Dari hasil sidak, tingkat ke­hadiran guru di SDN 02 dan SMPN 3 mencapai 100 persen. Nuri mengapresiasi para guru yang tetap menjalankan ke­wajibannya selama PJJ. "Di SMPN 3 juga full, 100 persen. Di SDN 02 juga 100 persen," katanya.

Dindikbud juga akan meng­evaluasi pelaksanaan PJJ di seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD, SD hingga SMP. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui efektivitas dan persentase keterlaksanaan PJJ sekaligus meningkatkan kesiapan sekolah menghadapi kondisi serupa.

Untuk sementara, PJJ berlaku hingga Rabu. Jika kondisi memungkinkan, pembelajaran akan kembali dilakukan secara tatap muka.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 3 Kota Serang Edi Rus­pandi mengatakan sekolah terus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan PJJ. Me­nu­rutnya, sistem tersebut perlu kembali dibiasakan karena pembelajaran daring menjadi salah satu alternatif ketika kondisi tidak me­mungkinkan untuk belajar tatap muka.

"Untuk PJJ ini, berdasarkan dampak letusan Gunung Anak Krakatau, memang perlu ada pembiasaan seperti yang pernah dilakukan saat pan­demi Covid-19. Karena itu, sesuai instruksi dari Pak Kadis, kami melaksanakan PJJ me­nyesuaikan dengan kondisi yang ada dan arahan yang telah disampaikan," kata Edi.

Edi mengatakan, pihak se­kolah memantau aktivitas siswa melalui Google Meet, grup WhatsApp dan penugas­an. Kehadiran siswa juga direkap untuk mengetahui jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran setiap hari.

Menurut Edi, guru-guru juga tetap antusias memberikan materi karena jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran cukup banyak. (ald)

Sumber: