BPS Tangsel Kerahkan 1.017 Petugas, Sensus Ekonomi Dimulai Hari Ini

Minggu 14-06-2026,20:10 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Pemkot Tangsel menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat menghadiri Apel Siaga Pencanangan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 di halaman Balai Ko­ta Tangsel, Jumat (12/6).

Pilar mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan memotret kondisi mak­ro dan mikro perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Tangsel. Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi basis data penting bagi pe­merintah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi.

"Saat ini segala langkah dan program tidak bisa lagi dilakukan berdasarkan intuisi atau perkiraan semata. Semua harus berbasis data yang leng­kap, akurat, dan kredibel," ujarnya, Jumat (12/6).

Pilar menambahkan, Kota Tangsel merupakan salah sa­tu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan struktur ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, jasa, kon­struksi, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Namun, berbagai tantangan seperti disrupsi teknologi, perubahan rantai pasok global, hingga dinamika ekonomi nasional dan internasional menuntut pemerintah mengambil keputusan yang lebih adaptif dan berbasis data.

Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi instrumen strategis untuk memetakan kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari usaha besar, menengah hing­ga UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi ma­syarakat.

"Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi upaya besar negara untuk memotret denyut nadi perekonomian secara utuh. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan," tambahnya.

Melalui sensus tersebut, pemerintah dapat mengetahui berbagai informasi penting, seperti lokasi pusat per­tumbuhan ekonomi baru, sektor usaha yang paling produktif, kondisi UMKM, perkembangan ketenagakerjaan hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Pilar juga mengapresiasi BPS yang terus melakukan inovasi dalam pelaksanaan sensus dengan memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kualitas dan akurasi data. Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Tangsel telah melakukan koordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

"Kami berharap seluruh ma­syarakat dan pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi tugas bersama agar da­ta yang dihasilkan benar-­benar menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya," tegasnya.

Pilar mengaku, keberhasilan sensus sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Data yang diberikan masyarakat maupun pelaku usaha juga dijamin kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum.

Menurutnya, data tersebut justru akan menjadi dasar pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan yang lebih berpihak kepada dunia usaha, mulai dari kemudahan perizinan, akses pembiayaan, hingga penguatan ekosistem usaha.

"Dengan data yang akurat, kita ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran, mam­pu mendorong investasi, membuka lapangan ker­ja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tangsel Agung Erianto Juliandono mengatakan, dalam sensus ekonomi 2026 pihakbya akan menerjunkan sebanyak 1.017 petugas lapangan untuk melaksanakan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan akan berlangsung selama dua setengah bulan, mu­lai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kategori :