Gubernur Gencarkan Bersih-bersih Kali

Minggu 24-05-2026,21:49 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Gubernur Ban­ten, Andra Soni terus berupaya menggerakan upaya mitigasi bencana hidro­meteo­rologi, khu­susnya masalah banjir tum­pukan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) terus menjadi perhatian serius Pemprov Banten. 

Sebagai langkah nyata, Pem­prov Banten melalui UPTD DAS Ci­durian-Cisadane ber­sinergi dengan Pemkot Tange­rang dan elemen masyarakat menggelar aksi masif gerakan Bebersih Kali.

Aksi gotong royong berskala besar kali ini dipusatkan di kawasan Kali Sabi, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (23/5/2026).

Dalam aksi satu hari terse­­but, volume sampah yang berhasil diangkat dari aliran sungai mencapai puluhan ton.

Gubernur Banten, Andra Soni, yang meninjau langsung jalannya aksi menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengan­dalkan proyek fisik dari peme­rintah. Perlu ada sentuhan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai.

"Selain normalisasi yang terus kami lakukan, perlu ada upaya bersama dalam men­cegah banjir. Salah satunya melalui gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibat­kan masya­rakat secara lang­sung. Ini ada­lah bentuk edu­kasi dan kesa­daran bersama bahwa pence­gahan bencana hidrome­teorologi adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah," katanya.

Ia menuturkan, Pemprov Banten saat ini tengah me­ngen­cangkan upaya untuk me­reduksi risiko bencana banjir di berbagai wilayah rawan. Strategi makro yang disiapkan meliputi normalisasi DAS, serta revitalisasi fungsi situ (danau) dan waduk seba­gai penampung air alami.

"Pemprov Banten terus ber­ikhtiar melakukan mitigasi bencana Banjir dengan mela­kukan normalisasi sungai dan situ," ujarnya.

Wali Kota Tangerang, Sachru­din, yang turut hadir di lapa­ngan menyatakan bahwa tan­tangan tata kelola air di perkotaan memerlukan pen­de­katan multi-pihak atau yang dikenal dengan kolaborasi Pentahelix.

"Pemerintah jelas tidak bisa berjalan sendirian dalam me­mitigasi bencana banjir. Perlu kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan yang paling krusial adalah komunitas atau masyarakat itu sendiri," tuturnya.

Secara khusus, ia memberi­kan apresiasi tinggi kepada para relawan lingkungan yang menjadi motor penggerak aksi ini, terutama Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation, yang berkola­borasi dengan UPTD DAS Cidurian-Cisadane serta Dinas Pekerjaan Umum dan Pe­nataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang.

"Gerakan Bebersih Kali seper­ti ini harus terus digalak­kan secara konsisten. Tentu kami sangat mengapresiasi inisiasi dari Banksasuci yang secara rutin terus konsisten menjaga denyut nadi sungai kita," tuturnya.

Ketua Banksasuci Foun­dation, Ade Yunus, mengaku dalam aksi yang dibagi menjadi beberapa segmen wilayah kerja tersebut, jumlah sampah yang dievakuasi sangat fantastis.

"Aksi bebersih di Kali Sabi tadi kita bagi menjadi bebe­rapa segmen plot kerja sama dengan UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tange­rang, dan relawan Banksasuci. Hasilnya cukup mence­ngangkan, alhamdulillah sebanyak 39,7 ton sampah berhasil kami angkat dari aliran kali," paparnya.

Sampah-sampah yang dido­minasi oleh limbah domes­tik dan plastik tersebut langsung diangkut menggunakan armada truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui aksi ini, diharapkan aliran Kali Sabi kembali lancar sehingga dapat meminimalisir potensi luapan air ke pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya. (mam)

Kategori :