BJB

Ribuan Siswa Terima Program Sekolah Swasta Gratis

Ribuan Siswa Terima Program Sekolah Swasta Gratis

Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan kartu peserta kepada siswa secara simbolis sebagai opening MPLS Ramah 2026 di SMP Excellent 1, Senin (13/7).(Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID,  BENDA — Sebanyak 27.653 siswa di 143 sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs pada tahun ajaran 2026 menjadi penerima program sekolah swasta gratis yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dengan total anggaran mencapai Rp47.696.700.000. 

Salah satu sekolah yang mengikuti program tersebut adalah SMP Excellent 1, yang pada tahun ajaran baru ini menerima sekitar 360 peserta didik dengan mayoritas merupakan warga Kota Tangerang. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Tangerang, pada tahun 2026 program sekolah swasta gratis menjangkau 143 sekolah dengan total anggaran sebesar Rp47.696.700.000. 

Adapun rinciannya meliputi 62 SD/MI swasta jumlah 8.600 siswa dan anggaran Rp7.740.000.000. Kemudian 78 SMP/MTs swasta dengan 16.968 siswa dengan anggaran Rp37.329.600.000, serta tiga MTs negeri dengan 2.085 siswa dan anggaran Rp2.627.100.000. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencakup 144 sekolah dengan 27.334 siswa dan anggaran sebesar Rp41.614.900.000.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, program sekolah swasta gratis menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Menurutnya, sekolah swasta yang mengikuti program tersebut tetap diwajibkan memenuhi standar mutu pendidikan.

“Gratis itu bukan berarti tidak berkualitas. Sekolah negeri dan sekolah swasta memiliki standar yang sama. Delapan Standar Nasional Pendidikan menjadi acuan yang harus dipenuhi, mulai dari standar isi, mutu, proses, hingga standar lainnya, sehingga masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih luas,” ujarnya saat diwawancarai Tangerang Ekspres, Senin (13/7).

Sachrudin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Ia memastikan perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta melalui program sekolah gratis. 

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan tanpa terbebani biaya. “Pemerintah memberikan sarana dan prasarana pendidikan yang terbaik kepada masyarakat Kota Tangerang bukan hanya di sekolah negeri saja, tetapi juga di sekolah swasta. Sekolah gratis ini bukan hanya di sekolah negeri, tapi juga di sekolah swasta,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya berorientasi pada sekolah negeri, mengingat daya tampung yang terbatas. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh status sekolah, melainkan oleh proses pembelajaran, kualitas tenaga pendidik, serta dukungan keluarga.

Sachrudin menilai keberhasilan seseorang tidak ditentukan ketika ia bersekolah di negeri atau swasta. Ia mengungkapkan tentang pengalaman pribadinya yang pernah menempuh pendidikan di sekolah swasta menjadi salah satu contoh bahwa kualitas proses belajar menjadi faktor utama dalam mencapai kesuksesan.”Banyak orang yang sekolah di swasta, termasuk saya sekolah di swasta, banyak yang sukses. Jadi bukan karena sekolahnya sebenarnya. Yang paling penting adalah bagaimana proses belajar-mengajarnya,” ungkapnya.

Ke depan, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru dan orang tua terus diperkuat agar mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi Kota Tangerang yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menambahkan, SMP Excellent 1 ini menjadi salah satu sekolah swasta penerima program tersebut. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah menerima sekitar 360 siswa, dengan sekitar 325 siswa merupakan warga Kota Tangerang, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

Menurutnya, SMP Excellent 1 juga menjadi sekolah model yang memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran. Selain menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), sekolah tersebut telah memperkuat pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (AI) agar peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Ia menjelaskan, dukungan Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya diberikan melalui pembiayaan operasional sekolah, tetapi juga bantuan biaya personal bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu agar memperoleh kesempatan belajar yang setara.”Intervensi pemerintah daerah tidak hanya pada biaya nonpersonalia, tetapi juga biaya personal. Warga yang kurang mampu dan bersekolah di sini juga kami bantu sehingga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.

Selain menjalankan program sekolah swasta gratis, Pemerintah Kota Tangerang juga terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemberian insentif guru, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta pengembangan proses pembelajaran yang menjadi ciri khas masing-masing sekolah.

Sumber: