BJB

Realisasi PKB Semester I Belum Capai Target

Realisasi PKB Semester I Belum Capai Target

Sekretaris Bapenda Provinsi Banten, Akhmad Tamrin saat diwawancarai di kantornya, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Pen­da­patan Daerah (Bapenda) Pro­vinsi Banten mencatat, realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga paruh pertama tahun ini belum mam­pu mencapai target yang di­canangkan.

Berdasarkan data per 30 Juni, capaian PKB baru menyentuh angka Rp940,86 miliar, atau sekitar 39,22 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp2,39 triliun.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Sekban) Bapenda Pro­vinsi Banten, Akhmad Tamrin mengatakan, tidak tercapainya target di semester I ini utamanya dipicu oleh ren­dahnya realisasi pada triwulan pertama antara Ja­nuari–Maret.

"Kalau dari data kita, triwulan dua yakni April–Juni sebe­narnya sudah bagus dan me­lampaui target hingga 102,97%. Namun, karena capaian di triwulan satu sangat rendah hanya sekitar 88% surplus di triwulan dua belum mampu menutup kekurangan di tri­wulan pertama," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, secara aku­mulatif, total pendapatan dari seluruh sektor pajak daerah yang meliputi PKB, Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Alat Berat (PAB), Pajak Rokok, dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Dari total sektor baru terealisasi sebesar Rp2,598 triliun dari target tahunan sebesar Rp6,8 triliun, atau setara dengan 38,12 persen.

"Pajak daerah itu sampai dengan tanggal 30 Juni itu 2,598 triliun realisasi. Berarti Baru 38,12 persen," ujarnya.

Menanggapi adanya isu atau gerakan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk tidak membayar pajak, pihak Bapenda menyayangkan hal tersebut dan meminta masya­rakat untuk tetap bijak. Menu­runnya capaian di awal tahun disinyalir salah satunya karena faktor penurunan kesadaran wajib pajak.

"Janganlah (ikut gerakan tidak bayar pajak). Pajak yang dibayarkan masyarakat ini esensinya kembali ke masya­rakat lagi untuk pembangunan jalan, fasilitas sekolah, hingga bantuan sosial. Uang daerah itu sumbernya dari rakyat melalui pajak, terutama yang primadona adalah PKB," jelasnya.

Untuk mendongkrak kembali kesadaran masyarakat di paruh kedua tahun ini, Peme­rintah Provinsi berkomitmen untuk memperluas edukasi dan sosialisasi secara langsung dengan turun kelompok ma­syarakat.

"Kami memaksimalkan se­tiap kesempatan untuk ber­temu kelompok masya­rakat. Besok kami diundang oleh rekan-rekan mahasiswa (BEM) di Rangkas, serta akan mengisi edukasi melalui podcast pe­nyiar­an. Kami ingin jelaskan secara transparan aliran dana pajak ini digunakan untuk apa saja," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Ba­penda Provinsi Banten, Berly Rizky Natakusumah, secara keseluruhan realisasi pen­dapatan daerah hingga se­mester pertama telah men­capai target. Namun, khusus penerimaan dari sektor PKB masih menyisakan ke­kurangan.

"Kalau secara keseluruhan tercapai. Hanya untuk PKB kita masih minus," katanya.

Menurut Berly, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya mengejar target pendapatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu.

Ia menyebut, tingkat kepa­tuhan wajib pajak kendaraan secara nasional saat ini baru berada di kisaran 45 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pe­merintah daerah untuk terus meningkatkan kepatuhan masyarakat melalui berbagai pendekatan.

Sumber: