BJB

BNN Banten Ingin Kota Tangerang Bersinar

BNN Banten Ingin Kota Tangerang Bersinar

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Budi Sajidin memberikan keterangan saat diwawancarai wartawan, belum lama ini. -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Budi Sajidin, ingin kota Tangerang menjadi Bersinar. Yakni, kota yang bersih dari narkoba (bersinar).

Hal ini diungkapkan Budi saat menghadiri peringatan HANI tingkat Kota Tangerang. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi modal penting untuk mewujudkan Kota Tangerang sebagai Bersinar (Bersih dari Narkoba). Hal itu disampaikannya dalam rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Kesenian Modernland pada Jumat (10/7).

"Dukungan dari Wali Kota Tangerang, seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga media sangat luar biasa. Mudah-mudahan ke depan visi kita mewujudkan Tangerang Bersinar benar-benar dapat terwujud melalui sinergi yang semakin kuat," ujarnya.

Ia menegaskan ancaman peredaran narkoba kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Bahkan, menurutnya, berbagai jenis narkoba telah menyasar berbagai lapisan usia sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih masif.

"Peredaran narkoba itu sudah di halaman kita. Sudah menyasar anak-anak hingga masyarakat umum. Bahkan ada yang menganggapnya seperti vitamin, padahal itu adalah narkoba. Karena itu keluarga dan seluruh masyarakat Kota Tangerang harus bersama-sama menjaga lingkungan dari peredaran narkoba," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memperkenalkan dua program unggulan BNN yang menjadi fokus penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Program pertama adalah IKAN atau Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, yaitu upaya memasukkan materi mengenai bahaya narkoba ke dalam kurikulum pendidikan mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.

"BNN saat ini memiliki dua program unggulan. Pertama adalah IKAN, singkatan dari Integrasi Kurikulum Anti Narkoba. Melalui program ini, edukasi mengenai bahaya narkoba akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari sekolah hingga universitas," jelasnya.

Program kedua adalah ANANDA BERSINAR, yang merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti Narkoba Mulai Dari Anak. Program ini menitikberatkan pada upaya membangun kesadaran dan ketahanan anak terhadap bahaya narkoba sejak usia dini sebagai bagian dari investasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

"Yang kedua adalah ANANDA BERSINAR, yaitu Aksi Nasional Anti Narkoba Mulai Dari Anak. Kita mengantisipasi peredaran narkoba sejak anak-anak karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Untuk mengamankan Generasi Emas 2045, kita harus menjaganya mulai dari sekarang," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, media massa, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam memerangi narkoba.

"Pak Wali sudah mendukung kita, media tolong dukung kita, masyarakat juga dukung kita semua untuk bersama-sama perang melawan narkoba," tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan program pencegahan sejak usia dini, BNN Provinsi Banten optimistis upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba dapat semakin efektif, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sumber: