Siswa Dilarang Konvoi dan Coret Seragam

Rabu 22-04-2026,21:21 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Menjelang pe­ngu­muman kelulusan, Pe­merintah Kota Serang meng­imbau para pelajar agar tidak merayakan kelulusan de­ngan konvoi kendaraan maupun aksi coret-coret seragam.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan pera­yaan kelulusan sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Imbau­an tersebut disampaikan saat kunjungannya ke SMAN 5 Kota Serang, Rabu (22/4).

“Rayakan kelulusan secara wajar, tidak perlu konvoi atau ugal-ugalan di jalan,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan men­coret seragam bukanlah bentuk perayaan yang men­cer­minkan sikap pelajar. Se­lain merusak, tindakan terse­but juga dinilai tidak membe­rikan contoh yang baik.

“Sebagai pelajar harus bisa memberi teladan. Coret-coret seragam tidak mencer­minkan hal yang positif,” katanya.

Ia juga menyoroti konvoi kendaraan yang kerap terjadi saat kelulusan. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas hingga memicu konflik an­tarpelajar.

“Konvoi sering menim­bulkan masalah, mulai dari kemacetan hingga potensi keributan. Ini harus dihin­dari,” tegasnya.

Budi berharap para siswa dapat mengisi momen kelu­lusan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berkumpul bersama keluarga tanpa mengganggu ketertib­an umum.

Sementara itu, Kepala Di­nas Pendidikan dan Kebu­dayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menyebut jumlah siswa yang lulus tahun ini diper­kira­kan mencapai sekitar 27 ribu orang. Rinciannya, sekitar 7 ribu siswa tingkat SMP dan sekitar 15 ribu siswa jenjang SD.

Ia meminta pihak sekolah turut berperan aktif dalam mengawasi serta memberi­kan arahan kepada siswa agar tidak larut dalam euforia berlebihan. 

“Perayaan yang berpotensi mengganggu ketertiban tidak diperbolehkan, seperti kon­voi maupun coret-coret se­ragam. Jangan sampai menimbulkan dampak nega­tif,” ujarnya.

Nuri menambahkan, selain berisiko menimbulkan kece­lakaan, konvoi juga rawan memicu gesekan antar­kelom­pok pelajar yang dapat berkembang menjadi kon­flik. (ald)

Kategori :