TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Menjelang pengumuman kelulusan, Pemerintah Kota Serang mengimbau para pelajar agar tidak merayakan kelulusan dengan konvoi kendaraan maupun aksi coret-coret seragam.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan perayaan kelulusan sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke SMAN 5 Kota Serang, Rabu (22/4).
“Rayakan kelulusan secara wajar, tidak perlu konvoi atau ugal-ugalan di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan mencoret seragam bukanlah bentuk perayaan yang mencerminkan sikap pelajar. Selain merusak, tindakan tersebut juga dinilai tidak memberikan contoh yang baik.
“Sebagai pelajar harus bisa memberi teladan. Coret-coret seragam tidak mencerminkan hal yang positif,” katanya.
Ia juga menyoroti konvoi kendaraan yang kerap terjadi saat kelulusan. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas hingga memicu konflik antarpelajar.
“Konvoi sering menimbulkan masalah, mulai dari kemacetan hingga potensi keributan. Ini harus dihindari,” tegasnya.
Budi berharap para siswa dapat mengisi momen kelulusan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berkumpul bersama keluarga tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menyebut jumlah siswa yang lulus tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 27 ribu orang. Rinciannya, sekitar 7 ribu siswa tingkat SMP dan sekitar 15 ribu siswa jenjang SD.
Ia meminta pihak sekolah turut berperan aktif dalam mengawasi serta memberikan arahan kepada siswa agar tidak larut dalam euforia berlebihan.
“Perayaan yang berpotensi mengganggu ketertiban tidak diperbolehkan, seperti konvoi maupun coret-coret seragam. Jangan sampai menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.
Nuri menambahkan, selain berisiko menimbulkan kecelakaan, konvoi juga rawan memicu gesekan antarkelompok pelajar yang dapat berkembang menjadi konflik. (ald)