Dindikbud Pastikan SPMB 2026 Tak Ada Pungli dan Titip-Menitip
Pelaksanaan SPMB jenjang SD Negeri di Kota Tangerang tahun ajaran 2026/2027 masih berlangsung.(Dikominfo Kota Tangerang for Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten memastikan proses seleksi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK/SKh 2026 berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik titip-menitip siswa.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan terdapat empat jalur yang dapat ditempuh siswa untuk mengikuti SPMB 2026. Jalur ini masih sama seperti tahun sebelumnya, dan hanya berbeda kategori. yang berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu pihaknya menyiapkan jadwal pendaftaran yang berbeda di semua jalur. “Kami mengatur jadwal per jalur. Misalnya, domisili lingkungan dibuka tanggal 10-12, lalu langsung pengumuman dan daftar ulang. Baru setelah itu masuk ke jalur berikutnya. Ini dilakukan agar prosesnya lebih tertata dan tidak menumpuk,” katanya, Jumat (5/6).
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kecurangan, pihak Pemprov menegaskan pesan dari Gubernur bahwa tidak boleh ada intervensi atau ‘siswa titipan’. Kapasitas kelas juga dikunci secara ketat maksimal 36 siswa per rombongan belajar (rombel) sesuai aturan yang berlaku.”Sesuai instruksi pak gub ya, kalau ada tolong laporkan,” ungkapnya.
Dari sisi infrastruktur teknologi, pemerintah menjamin keamanan server pendaftaran melalui kerja sama dengan Telkom. Dengan sistem yang lebih kuat, diharapkan kendala teknis seperti server down yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya dapat diminimalisir.
Ia mengaku, pihak sekolah dan dinas terkait mengklaim telah melakukan sosialisasi intensif sejak Februari hingga Mei melalui tahap Pra-PPDB. Tahapan ini bertujuan agar calon siswa dan orang tua memahami persyaratan administrasi jauh-jauh hari.”Pada saat pembukaan pendaftaran 10 Juni nanti, kami harap masalah administrasi sudah tidak ada lagi karena semua pihak sudah teredukasi melalui proses Pra-PPDB ini,” pungkasnya.
Jamaluddin mengaku, Dindikbud Banten memprediksi ada sekitar 100 ribu siswa yang akan mendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026-2027. Ratusan siswa tersebut akan berebut kursi yang daya tampungnya hanya mencapai sekitar 82 ribu untuk kuota total SMA dan SMK Negeri di seluruh Provinsi Banten.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan bahwa proses pendaftaran SPMB akan segera dimulai secara bertahap, mulai pada 10 Juni hingga 10 Juli 2026. Ia menjelaskan, bahwa kuota total untuk SMA dan SMK Negeri di seluruh Provinsi Banten mencapai 82.703 kursi. Angka tersebut terbagi atas 48.003 untuk jenjang SMA Negeri, dan 34.699 untuk jenjang SMK Negeri.
Jamaluddin menyebutkan, akan ada potensi sekitar 20 ribu siswa tidak tertampung di sekolah Negeri. Namun ia memastikan masyarakat tidak perlu panik. Pemprov Banten telah bekerjasama sama dengan 801 sekolah SMA dan SMK swasta yang ada di Banten untuk mengakomodasi sisa kuota tersebut dengan total kapasitas mencapai sekitar 60 ribu siswa.
Tak hanya itu, saat ini Pemprov Banten juga telah menyiapkan bantuan sekolah gratis untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 10 ribu siswa. Berarti total bantuan program sekolah mencapai 70 ribu kursi.
Sementara itu, Dindikbud Kabupaten Serang, menjamin pelaksanaan SPMB tidak ada Pungutan Liar (Pungli), yang dilakukan sekolah supaya calon murid dapat keterima masuk.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, sesuai Permendikbud Nomor 3 Tahun 2025 terkait SPMB untuk SD pendaftarannya offline, yang dibuka dari Kamis 25 Juni sampai Selasa 30 Juni dan pengumumannya Selasa 7 Juli.
Berdasarkan kapasitas yang ada yaitu sebanyak 1003 Rombel SD, dengan rata-rata per rombongan belajar 36 orang sedangkan lulusan SD tahun ini kurang lebih 27.774 siswa. “Kami pastikan semuanya Rombel terpenuhi, tapi apakah nanti bisa tertampung semua atau tidak kita lihat nanti. Kemudian ada tiga jalur, mulai jalur domisili itu 70 persen, jalur afirmasi 25 persen dan jalur mutasi 5 persen,” katanya, Minggu (7/6).
Aber mengatakan, untuk SMP pelaksanaan SPMB dilaksanakan secara online dan pihaknya sudah menyiapkan perangkatnya, bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Serang dibuka dari Senin 29 Juni sampai Kamis 2 Juli dan pengumumannya pada Senin 6 Juli 2026. Kemudian untuk Rombel yang tersedia ada 426 dengan rata-rata per Rombel 34 orang, sedangkan untuk kelulusannya mencapai 17.460 orang.
“Untuk jalurnya di SMP itu ada empat yaitu, jalur domisili 50 persen, jalur prestasi 25 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur mutasi 5 persen. Lalu kita rencana, di Rabu 10 Juni kita akan launching SPMB dan akan membuat komitmen bersama SPMB Bahagia tahun 2026-2027,” ujarnya.
Sumber:


