TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 174 kejadian bencana terjadi di Lebak selama Januari hingga pertengahan April 2026.
Kepala BPBD Lebak, Sukanta mengatakan, bencana hidrometeorologi masih mendominasi laporan yang masuk, seiring kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
"Total ada 174 kejadian, terdiri dari 64 tanah bergerak dan longsor, 77 cuaca ekstrem dan angin puting beliung, 16 banjir, kebakaran 11 kejadian dan enam orang meninggal akibat tenggelam," katanya kepada wartawan di Rangkasbitung, Senin (20/4).
Menurutnya, tingginya kejadian bencana tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Lebak dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem di Lebak diperkirakan masih berlangsung hingga akhir bulan.
"Menurut perkiraan, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diminta mempertimbangkan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan. "Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama saat cuaca ekstrem berlangsung yang berpotensi mengancam jiwa," paparnya.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama menambahkan, semua korban bencana yang tercatat dan dilaporkan ke BPBD sudah mendapatkan bantuan, minimal bantuan logistik kebencanaan baik dari BPBD maupun Dinsos.
"Di BPBD hanya ada bantuan logistik saja, itu pun sengat terbatas, kalau bantuan untuk rehab rumah yang terdampak longsor atau kebakaran adanya di Dinsos," ucapnya. (fad)