BJB FEBRUARI 2026

Kerugian Banjir dan Longsor Capai Rp618 Juta

Kerugian Banjir dan Longsor Capai Rp618 Juta

Wakil Bupati Amir Hamzah secara simbolis memberikan bantuan kepada korban bencana di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Senin (18/5). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah meninjau lokasi banjir dan memastikan pena­nganan bencana di di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak di­lakukan dengan cepat dan tepat, Senin (18/5). 

Amir yang didampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Sosial, Dinas PUPR, BPBD, serta unsur Forkopimcam Cipanas menyusuri area pemukiman yang terdampak dan berdialog lang­sung dengan warga di lokasi terdampak. 

"Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupateh Lebak hadir di tengah kesulitan warga. Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi ke tempat yang aman, dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar," katanya. 

Dalam instruksinya, Amir mene­kankan dua hal utama yaitu per­cepatan evakuasi dan logistik serta mitigasi dan pendataan akurat. Ia meminta BPBD dan pihak ke­camatan segera memetakan ke­rusakan infrastruktur serta men­data kerugian warga secara akurat agar langkah pemulihan (re­covery) bisa langsung usulkan dan ditang­gulangi. 

"Saya minta jangan sampai ada warga korban banjir tidak men­dapatkan bantuan, untuk itu cek semua rumah warga yang ter­dampak," paparnya. 

Menurut Amir, banjir di Keca­matan Cipanas ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang menyebabkan meluapnya sungai.

"Saya mengimbau kepada se­luruh masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang bantaran sungai dan daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana su­sulan," tuturnya.

Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama menyatakan, ke­rugian akibat bencana banjir dan longsor di 11 desa untuk sementara sebesar Rp618 juta yang dihitung dari kerusakan 37 rumah, 50 hektare sawah padi siap  panen, Jalan usaha tani dan jembatan yang tergerus luapan banjir.

"Data kerugian sebesar Rp618 juta tersebut yang masuk perhari kemarin (Minggu), untuk hari masih dalam proses, karena saat ini tim masih melakukan peng­hitungan di lapangan, jadi kemung­kinan besar kerugian akan bertam­bah karena banyak yang belum masuk," ucapnya. (fad)

Sumber: