BJB
hut bjb

PAD Kabupaten Tangerang Lebihi Rp1 Triliun

PAD Kabupaten Tangerang Lebihi Rp1 Triliun

Suasana pelayanan pajak di kantor Bapenda Kabupaten Tangerang.--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada 2026 masih baik. Hal ini nampak pada efek kebijakan fiskal dari realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga awal Juni, lebihi Rp 1 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto mengatakan, realisasi pajak dan retribusi daerah sudah melebihi dari target triwulan satu. Hal ini bisa dibaca sebagai indikator pertumbuhan ekonomi yang masih baik. Capaian sektor pajak secara keseluruhan sebesar Rp1,490 triliun atau sudah 35,14 persen dari target. Begitupun realisasi retribusi daerah yang mencapai 35,87 persen atau sebesar Rp79, 714 miliar.

"Fiskal kita masuk tiga besar nasional. Ini seiring dengan kerja-kerja kita bersama stakeholder untuk memenuhi target pajak dan retribusi daerah. Secara keseluruhan PAD kita sebesar Rp1,8,97 triliun," katanya, Kamis (4/6).

Slamet mengatakan, target PAD dari APBD murni tahun 2026 sebesar Rp5,287 triliun. Menurutnya, realisasi pendapatan hingga awal Juni menunjukkan hasil yang positif.

"Alhamdulillah hingga tanggal 2 Juni 2026 realisasi PAD Kabupaten Tangerang telah mencapai Rp1,897 triliun. Kami optimistis target tercapai melalui berbagai upaya optimalisasi pendapatan," katanya.

Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) PAD, sektor pajak daerah masih menjadi kontributor terbesar dengan realisasi sebesar Rp1,49 triliun atau 35,14 persen dari target Rp4,24 triliun.  Pada data, penerimaan pajak daerah masih ditopang oleh sejumlah objek pajak strategis seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Kami terus melakukan penguatan pengawasan, perluasan basis pajak, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, digitalisasi layanan perpajakan daerah agar masyarakat semakin mudah membayar pajak," ujarnya.

Ia memaparkan, realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu mencapai Rp549,68 miliar atau 42,78 persen dari target. Lalu, sektor BPHTB terealisasi Rp461,08 miliar dan PBB sebesar Rp216,05 miliar.

Selain pajak daerah, retribusi daerah turut menyumbang pendapatan sebesar Rp79,71 miliar atau 35,87 persen dari target Rp222,21 miliar. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atau dividen BUMD telah terealisasi Rp28,47 miliar atau 44,47 persen dari target tahunan. 

Senada, Kepala Bidang Perencanaan, Kebijakan, Pelaporan dan Pengolahan Data Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang Audy Ikhsan Arief mengatakan, capaian retribusi menunjukkan tren positif pada awal semester pertama.

"Per tanggal 2 Juni realisasi retribusi daerah telah mencapai Rp79,71 miliar atau 35,87 persen dari target," katanya.

Audy menyebutkan,  kontribusi terbesar berasal dari sektor retribusi perizinan tertentu yang telah terealisasi sebesar Rp48,94 miliar atau 36,25 persen dari target Rp135 miliar. Kemudian, retribusi sektor persetujuan bangunan gedung menjadi penyumbang utama dengan realisasi Rp35,43 miliar atau 33,74 persen dari target Rp105 miliar.

Selain itu, retribusi penggunaan tenaga kerja asing  juga menunjukkan kinerja positif dengan capaian Rp13,51 miliar atau 45,02 persen dari target Rp30 miliar.

Pada kelompok retribusi jasa umum, realisasi tercatat sebesar Rp26,77 miliar atau 33,62 persen dari target Rp79,63 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari retribusi pelayanan kesehatan yang mencapai Rp21,87 miliar atau 34,66 persen dari target Rp63,09 miliar.

Tak cuman itu, retribusi jasa usaha mencatat capaian tertinggi sebesar 52,82 persen atau Rp4 miliar dari target Rp7,58 miliar. Sektor terbesarnya dari sisi retribusi pemanfaatan aset daerah khususnya penyewaan tanah dan bangunan milik pemerintah daerah sebesar Rp3,19 miliar atau 59,61 persen dari target Rp5,35 miliar. (sep)

Sumber: