SERANG — Sekda Banten, Deden Apriandhi meminta kepada seluruh Samsat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi penggunaan hasil perolehan pajak. Sebab hal itu diyakini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.
Hal itu diungkapkan dalam sambutan acara Launching Aplikasi Samsat Ceria yang diselenggarakan di Hotel Aston Kota Serang, Selasa (31/3).
Deden mengatakan, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan pajak di Provinsi Banten.
Bahkan kehadiran aplikasi layanan perpajakan dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan jika tidak dibarengi dengan upaya edukasi masif kepada masyarakat.
"Aplikasi apapun kalau tidak berhasil memberikan pengetahuan membayar pajak itu akan percuma," katanya.
Maka dari itu, ia meminta Samsat dan instansi terkait diminta untuk lebih proaktif memberikan informasi langsung kepada masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan teknologi sederhana namun efektif, seperti pengingat melalui SMS atau notifikasi digital lainnya yang tidak memakan biaya besar.
"Itukan tidak mahal seperti SMS, maka masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," ungkapnya.
Menurut Deden, isu transparansi penggunaan uang pajak menjadi poin kritis. Penyampaian hasil pembangunan yang bersumber dari pajak secara visual dan terbuka diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, sehingga masyarakat secara sukarela berbondong-bondong membayar pajak.
"Kita harus informasikan kepada masyarakat yang semakin kritis ini: duit pajak dijadikan apa? Di daerah lain, ada fenomena masyarakat enggan membayar pajak karena mereka tidak tahu larinya uang tersebut ke mana," tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk rutin menyampaikan pesan tentang kewajiban pajak saat menghadiri acara penting termasuk keagamaan.
Seperti pajak yang dibayarkan akan digunakan untuk pembangunan di Provinsi Banten, melalui pendidikan, infrastruktur jalan, dan pelayanan kesehatan.
"Contoh pajak PKB Rp2,6 triliun itu habis untuk sekolah gratis, pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, sektor pertanian dan sebagainya. Jadi semuanya dibalikan lagi untuk masyarakat meskipun melalui program," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Banten, Berly Rizki Natakusumah, mengatakan aplikasi Samsat Ceria merupakan aplikasi layanan pajak kendaraan bermotor berbasis digital yang diluncurkan oleh Bapenda Banten untuk memudahkan pembayaran pajak tahunan dan pengesahan STNK.
"Samsat Ceria ini merupakan bagian dari apa yang kami harapkan, dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Tentu ini merupakan hal yang bisa lebih efisien untuk masyarakat yang berdampak positif juga untuk agar masyarakat mendapatkan cara yang lebih mudah dan lebih cepat dalam membayar pajak," katanya.
Menurut dia, Samsat Ceria dirancang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten melalui pelayanan publik yang modern. Keunggulannya proses lebih cepat, aman, dan efisien karena berbasis digital dan mengurangi antrean di kantor fisik.