TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang sedang melakukan pendataan terhadap lahan sawah yang terendam banjir untuk mengetahui wilayah mana saja yang mengalami puso atau gagal panen.
Karena pada akhir pekan lalu sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang, diterjang banjir akibat hujan deras semalaman namun data sawah mengalami puso belum selesai dilakukan oleh tim yang kini sedang bertugas.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, melihat kondisi banjir yang melanda beberapa kecamatan kemungkinan potensi puso sawah akibat terendam banjir ada. Namun sampai sekarang datanya belum masuk karena masih dilakukan inventaris data di lapangan.
Kecamatan yang mengalami banjir diantaranya di Kecamatan Tirtayasa dan Pontang. Kalau datanya sudah ada akan dilakukan inventarisasi apakah ada yang puso atau tidak.
"Kalau terendamnya lebih dari tiga hari pasti puso, kalau kurang dari tiga hari bisa pulih lagi. Namun datanya belum direkap, jadi belum bisa sekarang disampaikan, karena masih ada yang ke lapangan melakukan pengecekan," katanya, Kamis (12/3).
Suhardjo mengatakan, saat ini sudah masuk pada musim panen yang berarti mayoritas sawah yang terendam banjir, sudah dalam masa siap panen dan bahkan sudah dipanen jadi aman tidak puso.
"Saat ini tinggal melakukan pengolahan kembali, di sisi lain ada juga bantuan benih regular untuk 15 ribu hektare dan sudah kita ajukan namun belum turun," ujarnya.
Bantuan benih regular ini, kata Suhardjo, termasuk untuk sawah yang sebelumnya mengalami puso di Desember, Januari dan Februari sebanyak 504 hektare, namun bantuannya belum turun karena di Kabupaten Serang masih terjadi banjir.
Apabila kondisi cuacanya sudah mulai kondusif, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan benih yang per hektarenya butuh 15 kilogram.
"Kita nanti akan ajukan kalau kondisinya sudah kondusif, supaya bisa cepat turun bantuan benih untuk sawah yang puso. Saya juga mengimbau para petani untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem ini," ucapnya.
Kata Suhardjo, musim kemarau diprediksi akan mulai terjadi pada April berdasarkan informasi dari BMKG, dan perlu diwaspadai karena akan berlangsung panjang.
Para petani diimbau juga untuk sudah mulai melakukan penanganannya menghadapi kemarau, salah satunya gunakan pompa-pompa yang telah diberikan DKPP Kabupaten Serang.
"Pompa itu untuk pengambilan air, mengantisipasi supaya tidak kekeringan. Namun, saat ini masih musim penghujan tetap harus waspada khawatir kembali terjadi banjir," tuturnya. (agm)