DKPP Data Lahan Sawah Terdampak Banjir

Kamis 12-03-2026,21:52 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang sedang melakukan pendataan terhadap lahan sawah yang terendam banjir untuk mengetahui wila­yah mana saja yang mengalami puso atau gagal panen.

Karena pada akhir pekan lalu sejumlah kecamatan di Ka­bu­pa­ten Serang, diterjang banjir akibat hujan deras semalaman namun data sawah mengalami puso belum selesai dilakukan oleh tim yang kini sedang bertugas.

Kepala DKPP Kabupaten Se­rang Suhardjo mengatakan, melihat kondisi banjir yang melanda beberapa kecamatan kemungkinan potensi puso sawah akibat terendam banjir ada. Namun sampai sekarang datanya belum masuk karena masih dilakukan inventaris data di lapangan.

Kecamatan yang mengalami banjir diantaranya di Keca­matan Tirtayasa dan Pontang. Kalau datanya sudah ada akan dilakukan inventarisasi apakah ada yang puso atau tidak.

"Kalau terendamnya lebih dari tiga hari pasti puso, kalau kurang dari tiga hari bisa pulih lagi. Namun datanya belum direkap, jadi belum bisa se­karang disampaikan, karena masih ada yang ke lapangan melakukan pengecekan," kata­nya, Kamis (12/3).

Suhardjo mengatakan, saat ini sudah masuk pada musim panen yang berarti mayoritas sawah yang terendam banjir, sudah dalam masa siap panen dan bahkan sudah dipanen jadi aman tidak puso.

"Saat ini tinggal melakukan pengolahan kembali, di sisi lain ada juga bantuan benih regular untuk 15 ribu hektare dan sudah kita ajukan namun belum turun," ujarnya.

Bantuan benih regular ini, kata Suhardjo, termasuk untuk sawah yang sebelumnya meng­alami puso di Desember, Januari dan Februari sebanyak 504 hektare, namun bantuannya belum turun karena di Kabu­paten Serang masih terjadi banjir.

Apabila kondisi cuacanya sudah mulai kondusif, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan benih yang per hek­tarenya butuh 15 kilogram.

"Kita nanti akan ajukan kalau kondisinya sudah kondusif, supaya bisa cepat turun ban­tuan benih untuk sawah yang puso. Saya juga meng­imbau para petani untuk tetap was­pada terhadap cuaca ekstrem ini," ucapnya.

Kata Suhardjo, musim kema­rau diprediksi akan mulai terjadi pada April berdasarkan infor­masi dari BMKG, dan perlu diwaspadai karena akan ber­lang­sung panjang.

Para petani diimbau juga untuk sudah mulai melakukan penanganannya menghadapi kemarau, salah satunya guna­kan pompa-pompa yang telah diberikan DKPP Kabupaten Serang.

"Pompa itu untuk pengam­bilan air, mengantisipasi supaya tidak kekeringan. Namun, saat ini masih musim penghujan tetap harus waspada khawatir kembali terjadi banjir," tuturnya. (agm)

Kategori :