Pemkab Serang Akan Awasi Hewan Kurban
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memimpin rapat Forkopimda Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Selasa (12/5). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melaksanakan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Bupati Serang, Selasa (12/5). Dalam rapat tersebut dibahas persiapan Iduladha dengan memantau jalur hewan kurban dan harga sembako di pasaran.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, didampingi Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas. Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, perwakilan TNI Polri dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Serang.
"Alhamdulillah kita sudah melaksanakan rapat Forkopimda, untuk persiapan jelang Iduladha dan harga sembako di pasar ya, ada beberapa masukan dan solusi yang sudah disampaikan juga," kata Bupati Zakiyah.
Zakiyah mengatakan, menghadapi Iduladha akan ada pengawasan terhadap jalur hewan kurban yang melintas ke Kabupaten Serang, bekerjasama dengan TNI Polri, supaya hewan kurban yang masuk dalam keadaan sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Tidak hanya itu akan ada pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban untuk memastikan tidak ada hewan kurban yang mengalami, sakit seperti sakit Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).
"Ada beberapa jalur yang sudah dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum maupun dengan Dishub, lalu ada pemeriksaan kesehatan juga agar semua hewan kurban sehat," ujarnya.
Dikatakan Zakiyah, untuk harga sembako di pasar, sebagian besar harga komoditas turun atau stabil, namun ada beberapa komoditas yang harganya masih naik seperti cabai merah keriting yang tembus di angka Rp50 ribu perkilogram.
Sedangkan untuk harga telur dan daging masih relatif stabil, yang diharapkan dapat bertahan sampai Iduladha berakhir.
"Kita akan coba menekan harga sembako yang lagi naik ini dengan berbagai upaya, namun kalau masih naik juga kemungkinan akan diadakan pasar murah," ucapnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pemantauan hewan kurban akan dilakukan tahun ini setelah muncul lapak-lapak pedagang hewan kurban. Pihaknya juga sudah mengerahkan tim peternakan ke lapak hewan tersebut.
"Sudah ada banyak yang muncul, pemantauan sudah kita lakukan sudah dikerahkan juga ke lapak hewan kurbannya," katanya.
Suhardjo mengatakan, pemantauan hewan kurban bukan hanya di lapak, tapi saat penyembelihan juga, untuk bisa melihat layak atau tidak dikonsumsi dagingnya.
"Karena penyakit yang diwaspadai saat ini masih sama yakni PMK, kalau sekarang lapak-lapak sudah datang dari luar, lalu lintas itu kita lihat juga," ujarnya.
Dikatakan Suhardjo, saat ini beban pemantauan bertambah karena selain mantau di lapak hewan kurban, akan memantau 1.000 kambing dari PT KAF di Ponpes Bai Mahdi, Kecamatan Pabuaran.
Sumber:
