Ahli Waris Sopir Truk Terima Rp248 Juta Dari BPJS Ketenagakerjaan

Rabu 11-03-2026,20:42 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, PANDEGLANG — BPJS Ke­tenagakerjaan menyerahkan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan total nilai berkisar Rp248 juta kepala ahli waris di Pandeglang, belum lama ini.

Bantuan itu termasuk man­faat beasiswa pendidikan bagi kedua anak almarhum hingga jenjang perguruan tinggi.

Santunan diberikan kepada ahli waris atau keluarga ber­nama Aris, seorang sopir truk yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan pekerjaannya di area dermaga Pelabuhan Pelindo, pada 24 Februari 2026.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Son­jaya, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami keluarga Aris. 

Ia mengaku, santunan yang diberikan tentu tidak bisa menggantikan sosok ayah tercinta, namun setidaknya santunan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan wujud negara hadir untuk pekerja di kondisi yang tidak diinginkan se­kalipun.

"BPJS Ketenagakerjaan turut berbela sungkawa atas musi­bah yang terjadi. Penyerahan santunan ini merupakan ben­tuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja serta memastikan ahli waris yang ditinggalkan tetap men­dapatkan perlindungan dan hak dari program jaminan sosial ketenagakerjaan," ka­tanya dalam keterangan, Rabu (11/3).

Menurutnya, risiko kerja dapat terjadi kapan saja, terutama bagi pekerja yang setiap hari menjalankan akti­vitas di lapangan seperti sopir truk, pekerja pelabuhan, mau­pun sektor pekerjaan lainnya.

"Setiap pekerja, memiliki risiko masing-masing dalam pekerjaannya, dan kami BPJS Ketenagakerjaan diamanahkan untuk memastikan ketika risiko itu terjadi, pekerja maupun keluarganya tidak menghadapi situasi sulit itu sendirian. Dan yang tidak kalah pentingnya, terdapat manfaat beasiswa pendidikan bagi anak-anak­nya," ujarnya.

Trisna menuturkan, BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperkuat komitmen pela­yanan kepada peserta melalui strategi 3C, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Dalam strategi tersebut, aspek Care menjadi pengingat bahwa kualitas layanan serta empati kepada peserta harus selalu menjadi prioritas utama.

Peristiwa yang dialami almar­hum Aris menjadi pengingat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi setiap pekerja. Pihaknya terus mendorong seluruh pekerja, termasuk pekerja mandiri dan sektor informal, untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai pe­serta.

"Iuran yang sangat terjangkau, namun manfaatnya sangat besar, ditambah saat ini terda­pat keringanan pembayaran iuran bagi pekerja Informal melalui PP 50 Tahun 2025, mari bersama gunakan mo­mentum ini untuk saling mengingatkan dan melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita," ungkapnya.

Ahli waris, Siti Amalia, me­ngaku masih diliputi duka atas kepergian suami. Namu ia bersyukur karena almarhum telah meninggalkan perlin­dungan bagi keluarga, ter­masuk harapan bagi pen­didikan anak-anak mereka di masa depan.

"Seluruh bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan ini sangat berarti bagi kami. Semoga bisa membantu meringankan be­ban keluarga dan mendukung pendidikan anak-anak kami ke depan," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Ban­ten BPJS Ketenagakerjaan, Eko Yuyulianda, turut berduka cita atas kejadian yang menimpa almarhum Aris. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga me­laku­kan penyerahan sim­bolis pe­nyaluran Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Kredit Kons­truksi kepada perusahaan pe­serta, yaitu PT Metro Agung Sejahtera untuk pengemba­ngan perumahan Kota Sutera Tangerang. 

Kategori :